Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu

Atas wujud lain sebuah keindahan, muncul dengan nama Kebahagiaan..
Tampilkan postingan dengan label Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Allah. Tampilkan semua postingan

Tentang sebuah kehilangan..

Rasanya sudah lama ga update di blog.. hhmm hari ini mau coba menuangkan segores catatan kecil dari hati.. ^^

---------------

Apa yang paling menyedihkan di dunia ini? Saya akan menjawab Kehilangan, ya kehilangan adalah sesuatu yang menyedihkan sekaligus menyakitkan. Kehilangan adalah satu kondisi dimana saya tak mampu menjangkaunya dengan indera maupun dengan hati, ketika dekat dan kemudian tidak dekat lagi. Kepergian yang tiba-tiba, kehilangan yang tidak memberi alasan, hilang secara perlahan. Baik ketika hilang separuh maupun seluruh.

Hhmmm Hilang seluruh atau separuh, yang mana yang paling menyakitkan? Biarkan saya katakan ini, ketika saya kehilangan sesuatu secara seluruh maka titik tertinggi yang harus saya miliki adalah ikhlas. Ya hanya keikhlasan.. Tak ada daya yang saya miliki lagi selain bertumpu pada lutut dan mencari kekuatan pada Tuhan. Kehilangan orang yang saya sayangi mungkin tak mampu saya temukan lagi hatinya, hal ini lebih menyakitkan dibanding ketika ia pergi dengan jiwa dan raga dan tak ada lagi di dunia. Mengapa? Karena masih ada Hati yang perlu bertahan pada sebagian hati yang tak lagi memilikinya dan juga pada penaklukan keegoisan untuk mengikhlaskan kepergiannya.

Ada lubang kosong di hati, tak teraba di dunia dan tiba-tiba sadari bahwa ia sejatinya telah menjadi kabut dan perlahan samar memudar. Pergi, pergi secara perlahan, yang tersisa hanyalah kenangan di ruang benak yang coba saya bongkar kembali. Kenangan itu serupa dua sisi koin. Menusuk begitu sakit tapi juga menguatkan karena pernah ada di kala itu dan berbahagia pada akhirnya..

Tak ada yang pernah tahu kapan kehilangan itu datang. Ia adalah kotak hadiah yang tiba-tiba mewujud dan merampas kebahagian. Tapi kehilangan atau kepergian telah menjadi sebuah kepastian dari drama hidup. Tapi, Tuhan adalah penulis skenario yang paling baik. Dialah yang Maha membolakbalikkan hati. Sakit dari kehilangan adalah kelemahan manusia. Dan ikhlas melepaskan adalah sifat Illahi yang tergapai.

Semoga Allah senantiasa menguatkan dan menenangkan, bukankah rencana Allah jauh lebih indah? Disinilah Allah menguji letak kesetiaan dan kasih sayang..

Untukmu jiwa-jiwa yang hilang..

-Liawati Anakumi-

Wanita Itu Telah Pergi..

Innalillahi wainnailaihi rajiun..
Setiap yang bernyawa pasti akan kembali padaNya, pada yang Maha Menciptakan, pada yang Maha Menguasai Kehidupan..

Allah, beberapa hari yang lalu Engkau ambil hambaMu kepangkuanMu. Engkau yang menghidupkan dan Engkau pula yang mematikan. Aku belajar untuk mengikhlaskan dan aku tau tentu Engkau lah yang jauh lebih menyayanginya oleh sebab itu Engkau ambil nyawanya diusia yang tak terlampau tua.

Allah, beberapa hari yang lalu air mataku terus saja mengalir dan tak terhentikan, aku terus menerus mengingatnya dan terus menerus terbayang wajahnya. Sosok yang kukenal sejakku terlahir kedunia ini, sosok yang tak pernah berhenti memberikan kasih sayangnya padaku, sosok yang amat memperhatikan setiap gerakku, sosok yang tangguh, sosok yang baik hatinya, dan sosok yang kuanggap seperti orangtuaku sendiri.

Allah, aku jadi teringat tentang pertemuanku 3 hari sebelum kepergiannya. Dan aku baru sadar ternyata itu adalah pertemuan terakhirku dengannya. Yang membuatku terus bercucuran air mata adalah saat banyak pesan-pesan yang disampaikannya untukku, ya pesan untuk masa depanku. Alhamdulillah saat itu masih ada canda tawa seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya. Dan terimakasih Allah, aku masih bisa bertemu sebelum ajal menjemputnya. Aku masih sempat berbagi cerita tentang hidupku dan aku masih sempat mendengarkan apa yang sedang dirasakannya.

Allah, jika aku tau saat itu adalah pertemuan terakhirku dengannya mungkin saja aku tak mau melepas dekapanku, aku tak mau pergi dari sisinya, dan aku tak mau melepas genggaman tangannya.

Allah, masih jelas terdengar ditelingaku atas pesan terakhirnya untukku. Masih jelas tergambar wajahnya dalam memori otakku. Dan aku ingat betul sebelum aku pulang, aku sempat berkata sambil memeluknya "wa, harus sehat dan harus kuat ya. Kalau sudah sehat, lia ajak jalan-jalan. Minggu depan lia dateng lagi kesini" ya itu ucapan terakhirku untuknya.

Allah, tidak ada yang bisa menolak takdirMu. Engkau yang merencanakan tentang hidup dan mati. Aku hanya bisa berdoa semoga Engkau memberikan tempat terbaik untuknya, menerima segala amal ibadahnya, dan melapangkan kuburnya. Aamiin

Doa terbaik untuk wanita terbaik yang lebih dulu telah pergi meninggalkanku untuk selamanya.
Aku yang selalu Mencintaimu, uwa.

-Liawati Anakumi-


Cinta dalam Diam

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam..

Cinta adalah sebuah fitrah yang Allah semaikan dalam hati setiap insan, karena cinta adalah sebuah kekuatan. Berbicara tentang cinta tentu banyak makna, ada orang-orang yang mengungkapkan cintanya untuk saling menjaga, ada pula yang cukup dirasakan didalam hati saja. ya, ini yang akan sedikit saya bahas ^^. Sebuah goresan makna tentang Cinta dalam diam, ya cinta dalam diam adalah sebuah keniscayaan, karena akan mensucikan kemuliaan diri dan hati.. Berusaha menjaganya hingga waktunya tiba, tanpa kata dan hanya diam dalam doa.

Enywey, Blogger masih ingat dengan kisah Ali dan Fatimah?
yang keduanya sama-sama menjaga perasaan yang mereka rasakan dalam diam, yang keduanya sama-sama diam memendam cinta, namun ternyata berakhir bahagia. Allah menyatukan hati mereka dalam ikatan suci yang barakah. Tentu semua itu atas Izin Allah, maka dengan begitu saya semakin merasa yakin bahwa Allah tidak akan pernah memutuskan harapan setiap hambaNya, itu yang harus diyakini kuat-kuat ^^. Sepakat??!!

Terkadang dalam sebuah diam, mengandung sebuah kekuatan..
Dalam sebuah diam, mengandung harapan..
Dan dalam sebuah diam mengandung doa yang senantiasa ikhlas dipanjatkan..

Kemudian kekuatan, harapan, dan doa ikhlas yang dipanjatkan menjadi sebuah kenyataan yang Allah wujudkan dalam kehidupan. Menjadi energi tersendiri untuk bergerak.. ya, karena Allah lah yang menggerakan semuanya.

Biarkan ia tetap diam sampai waktunya tiba, namun jika tak tersampaikan dan takdir berkata lain biarkan cinta itu berada disudut hati dan menjadi rahasia antara si-pemilik hati dengan Tuhan, maka harus diyakini kuat-kuat bahwa Allah telah menggantikan dengan yang jauh lebih indah dan lebih tepat..

Segores catatan tanpa makna, end.............

Bumi Allah,
Liawati Anakumi

Bidadari Dunia

Assalamualaikum..

Dear Bidadari Dunia,
Dikejauhan ini, aku sedang merangkai aksara untukmu, aku sadar betul rangkaian aksara ini tak mampu menggambarkan sosokmu secara utuh namun izinkan aku berbagi syukur atas hadirnya dirimu dalam kehidupanku. Surat ini ku dedikasikan khusus untukmu wahai wanita akhir zaman yang berhati lembut serta parasnya begitu menyejukan.

Murrobiku, hari ini aku sedang mengenang kisah antara aku denganmu, kisah perjalanan panjang dalam mengenal Tuhanku dan Tuhanmu. Bagiku ini adalah perjalanan yang sangat menggetarkan jiwa dan ragaku.

Pertemuanku denganmu bukan sekedar kebetulan semata, aku sangat yakin ini semua atas izinNya. Allah lah yang merencanakan skenario ini sehingga takdirnya begitu terasa indah, bahkan sangat indah karena aku dipertemukan denganmu.

Jika ku mengulang memori saat itu, saat pertemuan pertamaku denganmu dapat ku katakan bahwa pertemuan kita adalah pertemuan "istimewa". Mengapa demikian? ya, karena aku menyaksikan pancaran ketulusanmu. Hingga sangat terasa saat itu jantungku berdetak lebih kencang.

Murrobiku, aku ingat betul saat pertemuan “istimewa” kita, engkau membimbingku mengenal Tuhanku, saat engkau mengenalkanku akan sunah-sunah Rosul Muhammad, saat engkau menggetarkan jantungku dengan lantunan ayat suci Al Quran, saat engkau mengajarkanku tentang syariat, saat engkau mengenalkanku akan nikmatnya berislam, saat engkau menggenggam tanganku untuk merasakan indahnya ukhuwah, saat engkau menceritakan padaku tentang SyurgaNya, saat engkau menyampaikan tausiyah yang begitu menyejukan batinku, saat engkau mengajakku untuk berbuat kebaikan, saat engkau mengevaluasi ibada-ibadah yaumiyahku, saat engkau menegurku disaat lalai, saat engkau meminjamkan pundakmu untuk berkeluh kesah atas penatku, saat engkau bersabar menghadapi tingkah nakalku, dan saat engkau menyuguhkan makanan favoritku “gorengan”. Tak dapat kujabarkan lagi tentangmu, karena engkau sudah terletak di tempat terdalam yang bernama hati.

Dibalik kibaran jilbabmu, engkau terlihat mempesona. Walau tanpa make up bagiku inilah yang dinamakan kecantikan sejati, karena kesholihan dan keistiqomahanmu. Bahkan setelah pertemuan kita, aku selalu bercita-cita ingin sepertimu, senantiasa mengajak kepada kebaikan dan mendekat kepada Tuhan. Hatiku selalu berkata “aku harus jadi Murrobi”. Pernah aku terperangkap dengan kebaikan-kebaikan yang engkau lantunkan, nyatanya ini bukan rekayasa namun memang benar alamiah datang dari lubuk hatimu. Magic engkau bukan pesulap yang mampu dengan sekejap merubah pola pikir dan tingkahku tapi satu kuncinya hanya dengan “kesabaran, keikhlasan, dan kelembutanmu” hingga kau mampu merubahku. Luar biasa!!, aku merasakan nikmatnya tarbiyah, memang benar adanya bahwa “Tarbiyah bukan segala-galanya tapi segala-galanya dimulai dari tarbiyah”. Dengan tarbiyah ini aku belajar dan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi serta peka terhadap kondisi umat. Seperti apa yang selalu engkau lontarkan “jangan pernah sholeh sendirian”,  kata-kata itu yang selalu terekam dalam memori otakku.

Murrobiku, aku selalu bersyukur padaNya atas nikmat ini, ya nikmat pertemuanku denganmu. Aku selalu mengingatmu dalam setiap Robitohku, Aku selalu berharap agar Allah senantiasa mendekapmu erat dan menjagamu ketat.

Murrobiku, aku sangat yakin bukan saja aku yang merasakan indahnya bertemu denganmu. Tapi keempat sahabatku juga tentunya merasakan hal yang sama sepertiku. Aku bersyukur masih dapat bergenggaman denganmu juga sahabat dalam “lingkaran duduk” dan pertemuan “istimewa” kita. Bahkan benar adanya “ikatan aqidah lebih kuat dari pada ikatan sedarah”, amazing aku merasakan itu!.

Lalu pantaskah aku memanggilmu bidadari dunia? tentu saja jawabannya Ya, bukan tanpa alasan tapi aku punya beribu alasan untuk memanggilmu sebagai bidadari dunia. Bidadari Dunia engkaulah murrobiku, engkaulah guru spiritualku, dan engkaulah teman dalam istiqomahku.

Terima kasih atas segalanya, semoga Allah terus menjaga kita dalam kebaikan dan mempertemukan kita kembali dalam JannahNya. Hingga kita mampu tilawah bersama dihamparan permadani syurgaNya. Ya, inilah cita-citaku. Aamiin

Maaf atas segala tingkah “aneh” ku selama kita berinteraksi, maaf atas segala khilafku yang kadang tak peka terhadap kondisimu, maaf atas perubahan diriku yang mungkin masih sangat jauh dari sempurna dan harapanmu.  Tapi yakinlah aku sedang belajar bagaimana bisa menjadi sepertimu, dan sungguh aku menyanyangimu karena Allah.

Ini bukan sekedar kata semata, tapi kutulis sebagai persembahan terima kasihku padamu. Tak bisa ku memberi balasan yang serupa namun aku sangat yakin syurgaNya lah sebagai jaminan atas kebaikanmu. Aku menangis ketika merangkai kata-kata ini, surat khusus untukmu bidadari dunia. Itulah alasan mengapa aku memanggilmu bidadari dunia karena engkau pantas mendapatkan gelar itu.

Semoga Allah senantiasa memberkahi kehidupanmu dan melipat gandakan pahala untuk setiap kebaikanmu.. aamiin

Wassalamualaikum

Muridmu,
Liawati Anakumi

*Murobi dalam bahasa sehari-hari bisa disebut juga dengan guru.
Persembahan terbaik untuk murobiku sekaligus guru spiritualku. Happy Teachers Day, Semoga Allah limpahkan keberkahan untukmu dan semoga pahala kebaikan untukmu terus mengalir hingga ke SyurgaNya. Aamiin

Cinta?

Cinta?
What do you think about cinta?
Siapa tak kenal cinta?
Siapa tak merasakan cinta?
Siapa takut dengan cinta?

Rasa-rasanya kata cinta sering sekali dirasakan oleh banyak orang, mungkin saja dirasakan oleh kamu, dia, aku, ataupun mereka. Bisa juga dirasakan oleh anak-anak, remaja, bahkan dewasa..

Terangkai hanya dalam 5 huruf sederahana yaitu c.i.n.t.a tapi maknanya luar biasa..

Cinta satu kata penuh makna, memiliki arti mendalam bagi orang-orang yang pernah bangun cinta (upss bukan jatuh cinta loh yaa ^_^ ). Siapapun orangnya pasti pernah merasakan getaran-getaran cinta dan dimanapun ia tinggal pasti pernah merasakan aroma cinta. Mustahil jika cinta tak pernah dirasakan, karena memang sejatinya cinta itu ada..

Cinta memang sebuah fitrah yang Tuhan anugerahkan untuk setiap hambaNya, menyusup ke tempat terdalam yang bernama hati kemudian bersemayam indah beraromakan mawar.. Wujudnya tak terlihat tapi rasanya begitu melekat..

Cinta bukan sesuatu yang buruk ataupun kotor, para pencintanyalah (orang) yang terkadang membuat cinta itu menjadi rusak..

Cinta itu suci maka harus dijaga pula kesuciannya,

Cinta itu anugerah maka harus disyukuri kedatangannya,

Cinta itu adalah kekuatan maka harus disimpan rapi agar tak mudah rapuh..

Karena kita hidup dipenuhi oleh ribuan bahkan jutaan cinta, bersyukurlah karena Allah masih memberikan kesempatan pada kita semua untuj merasakan bagaimana mencintai dan dicintai..

Bumi Allah, dibawah teriknya sinar matahari.. Mei 2012

-Liawati Anakumi-

Buku yang telah kusam..

Doa yang kutulis dalam sebuah buku yang sudah kusam dan usang, kini satu persatu doa itu telah menjadi nyata dan bukan lagi menjadi sebuah coretan tanpa makna tapi benar-benar menjadi impian yang dapat ku genggam!! Hamdallah..

Dari coretan dalam buku itu aku belajar bagaimana harus berusaha..

Dari coretan dalam buku itu aku belajar tentang berprasangka baik kepada Tuhanku, bagaimana tidak? Ketika aku berprasangka baik terhadap Tuhan ku maka Tuhanku akan memberikan apa yang aku prasangkakan.. Hhmm Allah itu memang sesuai dengan prasangka hambaNya.. So, jangan pernah negatif thinking.. Setuju??

Dari coretan dalam buku itu aku belajar bagaimana harus bersabar. Ya, aku belajar bersabar untuk menanti semua impianku terwujud hingga waktunya tiba..

Dari coretan dalam buku itu aku belajar bagaimana harus semangat mengejar impian..

Dari coretan dalam buku itu aku belajar bagaimana harus terus berharap..

Dari coretan dalam buku itu aku belajar bagaimana harus survive..

Dari coretan dalam buku itu aku belajar tentang mimpi-mimpi menjadi 'orang besar'..

Dari coretan dalam buku itu aku belajar bagaimana memahami ini semua..

Karena coretan dalam buku yang telah usang dan kusam itu bernama 'impian'..

semangat mengejar impian, jangan pernah takut bermimpi dan berharap karena ini semua adalah jalan menuju kesuksesan yang nyata..

Aku hanya mampu berikhtiar dan Allah lah yang mampu merencanakan..

Sampai berjumpa di coretan selanjutnya.. :)
Hingga ku mampu mencoret semua doa dalam bukuku dan berubah menjadi nyata.. Bismillah!!

-lianakumi-

Allah Penguat Kehidupan

Suatu saat mungkin rongga-rongga hati akan terasa sesak oleh gelombang kehidupan..
Jiwa akan merasa bosan oleh gersangnya keadaan..
bisa jadi didera suasana yang memunculkan kesedihan..

Allah yang menegarkan jiwa dikala terhempas duka,
Allah yang menguatkan hati tatkala tersakiti,
Allah yang membuat kaki tegak berdiri untuk menghalau rintangan yang menghampiri..

Bumi Allah,
Lianakumi

Tegar di Jalan Dakwah

Buku Tegar di Jalan Dakwah ini membahas empat hal besar yang masing-masing dijelaskan dalam bab tersendiri: problematika internal aktivis dakwah, problematika eksternal dakwah, daya tahan di medan dakwah, dan yang tegar di jalan dakwah. Meskipun judulnya problematika, bab 1 dan bab 2 juga mencantumkan solusi pada setiap problematika yang muncul. Solusi pada bab 1 lebih detail dan bersifat aplikatif karena menyangkut permasalahan internal kader, sementara solusi pada bab 2 lebih bersifat global terkait langkah apa yang perlu diambil oleh jamaah dakwah. Bab 3 berisi langkah-langkah sistematis “membangun” dan “menjaga” daya tahan di medan dakwah. Sedangkan bab 4 banyak berisi contoh-contoh dai atau jamaah dakwah yang tegar menghadapi beragam mihnah.

Problematika Internal Aktivis Dakwah

Pembahasan problematika internal lebih didahulukan dari pada pembahasan problematika eksternal karena problem terberat bagi semua jamaah dakwah adalah kendala internal. Ketika problematika internal sudah diselesaikan/dikelola dengan baik, maka amanah dakwah lebih mudah ditunaikan dan problematika eksternal lebih mudah diselesaikan.

Problematika internal yang sering dijumpai dalam jamaah dakwah adalah gejolak kejiwaan, ketidakseimbangan aktivitas, latar belakang dan masa lalu, penyesuaian diri, dan friksi internal.

Gejolak kejiwaan sebenarnya merupakan persoalan yang dimiliki oleh semua manusia biasa. Dan yang perlu disadari adalah para aktivis dakwah juga manusia biasa. Gejolak ini tidak bisa dimatikan sama sekali, tetapi perlu dikelola dengan baik agar tidak merugikan dakwah dan aktivis dakwah.

Di antara gejolak kejiwaan itu adalah: Pertama, gejolak syahwat. Banyak orang yang terpeleset oleh gejolak ketertarikan pada lawan jenis ini. Bagi mereka yang belum menikah, gejolak ini biasanya lebih besar dan lebih berpeluang “menggoda.” Kedua, gejolak amarah. Seperti kisah Khalid saat menghadapi Jahdam dan pemuka bani Jazimah, gejolak amarah ini bisa berakibat fatal termasuk bagi citra dakwah, hubungan antar aktivis dakwah, dan terjadinya fitnah di antara kaum muslimin. Ketiga, gejolak heroisme. Semangat heroisme memang bagus dan sangat perlu, tetapi ketika sudah tidak proporsional ia akan mendatangkan sikap ekstrem yang berbahaya bagi kemaslahatan dakwah dan umat. Kasus pembunuhan terhadap Nuhaik yang dilakukan Usamah bin Zaid adalah contohnya. Keempat, gejolak kecemburuan. Seperti kecemburuan Anshar pada para mualaf yang mendapatkan hampir semua ghanimah perang Hunain, sikap ini bisa berefek pada melemahnya soliditas internal jamaah. Meskipun yang dicemburui oleh Anshar sebenarnya adalah perhatian Rasulullah dan bukan materi ghanimah-nya, gejolak ini segera diselesaikan Rasulullah karena jika dibiarkan bisa berdampak negatif.

Ketidakseimbangan aktivitas juga menimbulkan problematika tersendiri. Ketidakseimbangan antara aktivitas ruhaniyah dengan aktivitas lapangan, ketidakseimbangan antara dakwah di dalam dengan di luar rumah tangga, ketidakseimbangan antara aktivitas pribadi dengan organisasi, ketidakseimbangan antara amal tarbawi dengan amal siyasi, ketidakseimbangan antara perhatian terhadap aspek kualitas dengan kuantitas SDM; semuanya bisa berakibat negatif. Tawazun atau keseimbangan yang merupakan asas kehidupan, juga harus dipraktekkan dalam kehidupan berjamaah dan oleh semua aktivis dakwah.

Latar belakang dan masa lalu aktivis yang buruk bisa pula menjadi problematika internal dakwah jika tidak dilakukan langkah-langkah solutif. Latar belakang keagamaan keluarga, misalnya. Ia bisa berbentuk lemahnya tsaqafah Islam, tekanan keluarga yang menentang aktivitas dakwah, dan kerancuan dalam orientasi kehidupan. Sedangkan masa lalu yang “jahiliyah” bisa membawa dampak yang kurang menguntungkan bagi kredibilitas sang aktivis dakwah. Solusi atas problem ini terangkum dalam kata “mujahadah.” Bagaimana seorang aktivis melakukan muhasabah, menyadari kelemahannya dan melakukan perbaikan diri. Masa lalu memang tidak bisa diubah, tetapi pengaruhnya bisa dikendalikan.

Problematika internal yang keempat adalah penyesuaian diri. Yakni penyesuaian diri terhadap karakteristik pendekatan dan sikap dakwah yang melekat pada masing-masing marhalah dan orbit dakwah. Sebagaimana corak dakwah yang berbeda antara fase Makkiyah dan Madaniyah, bahkan masa sirriyah dan jahriyah pada fase Makkah yang juga berbeda, dakwah saat ini juga mengalami hal yang sama; ada tahap-tahapnya. Antara mihwar tanzhimi yang berkonsentrasi pada konsolidasi internal dan mihwar muassasi yang konsen pada perjuangan politik membuat beberapa kader dakwah tidak mampu menyesuaikan diri. Hambatannya bisa karena sifat “kelambanan” kemanusiaan, kecenderungan jiwa, keterbatasan dan perbedaan tsaqafah, sampai keterbatasan kapasitas. Untuk mengatasi problem ini dibutuhkan peran kelembagaan dakwah. Jamaah dakwah perlu melakukan persiapan perubahan fase dakwah, mensosialisasikan cara pandang yang disepakati tentang batas-batas pengembangan dakwah sehingga jelas mana yang termasuk pengembangan (tathwir) dan mana yang termasuk penyimpangan (inhiraf). Jamaah dakwah juga harus mendefinisikan mana yang asholah dan tsawabit, serta mana yang mutaghayyirat.

Problem internal kelima adalah friksi internal. Friksi ini bisa timbul dari lingkungan yang kecil seperti intern sebuah lembaga dakwah, atau antar lembaga, atau antar personal pendukung dakwah. Banyak gerakan dakwah yang harus tutup usia dan kini tinggal nama karena problematika ini. Friksi dalam sejarah dakwah memberi beberapa pelajaran penting bagi kita: bahwa friksi merupakan indikasi kelemahan proses tarbiyah, friksi menandakan adanya kelemahan dalam penjagaan diri para aktivis dakwah, restrukturiasi dakwah tepat dilakukan terhadap orang-orang yang telah memahami karakter dakwah itu sendiri, friksi juga bukti keberadaan ego manusia, penumbuhan al-wa’yul islami (kesadaran berislam) dan al-wa’yu ad-da’awi (kesadaran dakwah) lebih utama dibandingkan sekadar meletupkan hamasah (semangat) bergerak, dan sangat mungkin friksi timbul karena hadirnya pihak ketiga yang sengaja “memecah” jamaah.


Problematika Eksternal Dakwah

Problematika eksternal dakwah yang bisa menjadi bahaya besar bagi kebaikan bangsa dan masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam meliputi problematika spiritual dan kultural, problematika moral, dan problematika sistemik.

Di antara problematika dakwah di Indonesia yang menyangkut aspek spiritual dan kultural adalah: berhala-berhala modern baik berupa teknologi yang dijadikan rujukan kebenaran, sains yang diabsolutkan, materi yang ditaati, maupun kekuasaan yang dipuja-puja; syirik, khurafat dan tahayul yang masih merebak di masyarakat; globalisasi dan dialektika kultural; serta tradisi baik yang sudah tergerus dan tergantikan dengan budaya negatif efek perkembangan peradaban.

Problematika moral di antaranya adalah minuman keras dan penyalahgunaan obat-obatan, penyelewengan seksual, perjudian dan penipuan, serta tindakan brutal dan kekerasan.

Sedangkan yang dimaksudkan dengan problematika sistemik adalah korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), kemiskinan, kebodohan, dan ancaman disintegrasi bangsa.

Daya Tahan di Medan Dakwah

Dakwah yang merupakan jalan panjang dan lintas generasi niscaya memerlukan daya tahan yang permanen. Bagi, individu kader dakwah daya tahan ini jug harus dimiliki agar tetap istiqamah sampai mengakhiri sejarah kehidupannya dengan husnul khatimah. Untuk itu, paling tidak ada lima faktor yang perlu dimiliki para aktivis dakwah untuk merealisir daya tahan di medan dakwah: menguatkan dan membersihkan motivasi, menggapai derajat iman, menggandakan kesabaran, kekuatan ukhuwah, dan dukungan soliditas struktur.

Untuk menguatkan dan membersihkan motivasi kita perlu selalu memahami makna ikhlas dan berupaya mencapainya dengan jalan: senantiasa memperbaharui niat, berusaha keras menunaikan kewajiban, berusaha keras mewujudkan kecintaan kepada Allah, merasakan pengawasan Allah, dan hati-hati dalam beramal.

Untuk mencapai derajat iman kita perlu : memiliki orientasi rabbani, yakni menjadikan seluruh aktivitas selalu berorientasi kepada Allah, dan sebaliknya, berhati-hati terhadap orientasi duniawi. Jika kita mampu mencapai derajat iman ini, maka Allah menjanjikan kemenangan atas musuh, jaminan bahwa orang-orang kafir takkan menguasai, mendapatkan izzah, mendapatkan kehidupan dan rezeki yang baik, menjadi khalifah di muka bumi, serta mendapatkan surga di akhirat nanti.

Untuk bisa menggandakan kesabaran kita perlu memberikan dorongan jiwa untuk mengejar dengan sungguh-sungguh faedah-faedah yang ditimbulkan oleh kesabaran, dan betapa besar buahnya bagi agama dan keduniaan kita serta melawan pengaruh hawa nafsu. Jika kesabaran telah kita miliki maka kita akan mendapatkan hikmahnya yang luar biasa: dijadikan pemimpin, pahala yang besar, kebersamaan Allah, dan mendapatkan berbagai macam kebaikan karena sabar.

Untuk membangun ukhuwah kita perlu memotivasi diri dengan keteladanan ukhuwah di zaman kenabian lalu memperbaiki hubungan sesama aktivis dakwah berlandaskan cinta dan kasih sayang. Kita juga harus meminimalisir penghambat-penghambat ukhuwah. Jika kekuatan ukhuwah ini terbangun kokoh, maka daya tahan kita sebagai aktivis dakwah maupun daya tahan jamaah di medan dakwah akan semakin kokoh.

Sedangkan upaya membangun soliditas struktur paling tidak meliputi konsolidasi manajerial dan konsolidasi operasional. Konsolidasi manajerial dilakukan dengan penataan manajemen yang bagus dan profesional dalam setiap jalur dan lini. Selain mengambil prinsip-prinsip dari Al-Qur’an dan Hadits, prinsip manajemen modern juga bisa diterapkan. Konsolidasi operasional dimaksudkan untuk mensinkronkan berbagai kegiatan dalam skala gerakan, sekaligus senantiasa mengarahkan gerak dakwah kepada tujuan yang ditetapkan. Selain itu, untuk membangun soliditas struktur perlu menghindari hal-hal yang bisa merusaknya yaitu munculnya sekat komunikasi dan lemahnya imunitas struktural (mana’ah tanzhimiyah).

Yang Tegar di Jalan Dakwah

Jalan dakwah ini pasti dipenuhi dengan beragam kesulitan, hambatan, rintangan, tribulasi. Para aktifisnya akan berhadapan dengan beragam mihnah, sebagaimana para dai generasi sebelumnya sejak Rasulullah dan para sahabatnya, tabi’in, tabiit tabi’in, dan seterusnya.

Di antara mihnah itu ada yang berupa ejekan, gelombang fitnah, teror fisik, manisnya rayuan, tekanan keluarga, keterbatasan ekonomi, kemapanan, sampai kekuasaan. Kader dakwah harus tegar dalam menghadapi semua mihnah itu.

Agar tegar dalam menghadapi ejekan, sadarilah bahwa ejekan kepada Rasulullah jauh lebih hebat; maka biarkan saja semua orang mengejek, tidak perlu diladeni. Agar tegar dalam menghadapi fitnah, tetaplah bekerja dan beramal maka umat akan tahu siapa yang benar dan siapa yang tukang fitnah. Agar tegar dalam menghadapi teror fisik, tawakallah kepada Allah dan berdoalah senantiasa, di samping persiapan lain yang juga perlu dilakukan oleh struktur dakwah. Agar tegar dalam menghadapi manisnya rayuan, jagalah keikhlasan dan senantiasa memperbarui niat, waspada dan tetap bersama jamaah. Agar tegar dalam menghadapi tekanan keluarga, ketegasan harus diutamakan . Iman tidak bisa ditukar dengan keluarga, jika memang itu pilihannya. Agar tegar dalam kondisi kekurangan/keterbatasan ekonomi, bersabar adalah kuncinya. Kekuatan ukhuwah sesama aktivis dakwah juga berperan penting untuk menjaga kita tetap tegar. Agar tegar dalam kemapanan harus memiliki paradigma semakin banyak kekayaan, semakin banyak kontribusi bagi dakwah. Maka yang diteladani adalah Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf. Agar tegar di puncak kekuasaan, kelurusan orientasi perjuangan, ketaatan pada manhaj dakwah Rasulullah dan keyakinan akan janji-janji-Nya. Dan pada semua mihnah, kedekatan dengan Allah dan tawakal kepada-Nya merupakan kunci utama agar tegar di jalan dakwah!

ini Rindu..

Bismillah..
Langit bertabur bintang dimalam ini menjadi saksi atas kerinduanku..
di ufuk timur ada harapan yang menunggu..
hari ini kerinduan mulai muncul kepermukaan, masuk kerelung hati terdalam..
ini rindu yang tak biasa..
ini hanya ada  rasa yang tersisa..
karena aku hanya bisa mengekspresikan dengan sebuah air mata,
air mata kerinduan dan pengharapan..
bibir, hati, dan tangan ini tak pernah henti-hentinya berdoa, memohon kekuatan..
Demi Allah, kalau bukan karena Sang Pemilik Hati ini mungkin aku tidak akan bisa bertahan sampai hari ini..



ya Muhaimin

AL - Masyuq

siapa yang akan menemaniku dalam meniti kehidupan ini?

Bismillah..

Sebuah pertanyaan yang mungkin sering terdengar ditelinga dan terlihat sangat sepele, tapi ini sungguh menjadi pertanyaan  membuat perut mules, membuat jantung berdetak lebih kencang, membuat nafas terasa lebih sesak, dan selalu menggelayuti pikiran. karena tidak akan pernah ada habisnya.. 

hhmm siapakah jodohku ya? siapa pangeran/putri yang akan Allah kirimkan untuk menemani perjalanan panjang hidupku? baik ga ya? shaleh/shalehah ga ya? dakwahnya gimana ya? tampan/cantik ga ya? kerjanya apa ya? huaaahhhhh beribu bertanyaan serasa menyerang dan menyusup kedalam batin, ini pertanyaan yang terkadang konyol terdengar tapi membuat bergetar luar dalam.. hhmmm

mustahil jika pertanyaan itu tidak pernah melintas dibenak setiap insan, bahkan remaja sekalipun sudah bertanya-tanya tentang hal itu..
wajar jika pada akhirnya kekhawatiran itu sering kali muncul dipikiran, tapi demi Allah jodoh dan rizki kita sudah tercatat dengan rapi di Lauh Mahfudz, yang tidak akan pernah tertukar walau sedikitpun..

Segala sesuatu sejak awal terciptanya Qalam sampai tiba hari Qiyamat telah tertulis di Lauh Mahfudz, karena sejak permulaan menciptakan Qalam Allah telah berfirman kepadanya : "Tulislah", Dia (Qalam) bertanya : "Wahai Rabb-ku, apa yang harus aku tulis?" Allah berfirman : "Tulislah segala sesuatu yang terjadi". Kemudian dia (Qalam) menulis segala sesuatu yang terjadi sampai hari kiamat. Juga diriwayatkan dari Nabi :

"Artinya : Sesungguhnya janin yang ada dalam kandungan ibunya ketika telah melewati umur empat bulan, maka Allah mengutus Malaikat kepadanya yang meniupkan roh dan menulis rizqi, ajal, amal dan apakah dia celaka atau bahagia".


Rizky juga telah tertulis dan ditakdirkan beserta sebab-sebabnya, tidak bertambah dan tidak berkurang. Sebagian dari sebab-sebab (rezqi) adalah pekerjaan manusia untuk mencari rezqi, sebagaimana firman Allah :


"Artinya : Dia (Allah) adalah Tuhan yang telah menjadikan bumi tunduk (kepadamu), maka berjalanlah dia atas pundaknya dan makanlah sebagian rezqi-Nya dan kepada-nyalah tempat kembali" [Al-Maidah : 15]

sungguh semua sudah tersimpan rapi, tak perlu khawatir ataupun takut, jodoh kita semuanya adalah cerminan dari diri kita masing-masing seperti dalam firman Allah : 

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)" (An-Nur 26)"

pada dasarnya semua dikembalikan pada kita, sejauh ini apakah kita sudah menjadi orang yang baik? sudah menjadi orang yang beriman? Allahualam

Allah sudah menentukan siapa jodoh kita bukan berarti kita hanya pasrah dan diam saja menunggu jodoh untuk datang, tidak!!, harus ada USAHA, jangan menunggu (untuk laki-laki) tapi menjemputlah, berikan usaha yang terbaik.. untuk hasil, siapapun itu yang Allah takdirkan semua menjadi urusan Allah menjadi rahasia Allah yang pasti akan sangat indah..
yakinlah skenario Allah akan indah pada waktunya..

hhhmmm so, jangan pernah khawatir  lagi dengan siapa jodoh kita, setiap kita sudah ada jodohnya masing-masing, insya Allah itu semua cerminan diri kita, tinggal bagaimana kita usaha, doa, dan tawakal..
semangat perubahan menjadi yang terbaik..
semangat usaha yang optimal..

ya Allah jadikanlah kami baik selalu agar nantinya kamipun akan mendapatkan yang terbaik dalam menyenpurnakan agama dan dalam meniti perjalanan hidup yang panjang.. amin


Ya Muhaimin

AL Ma'syuq

CATATAN NASEHAT PERNIKAHAN - MA'SYUQ

NASEHAT UNTUK CALON SUAMI

Pernikahan atau Perkawinan
Menyingkap tabir rahasia…..
Istri yang akan kau nikahi, tidaklah semulia khadijah tidak setaqwa Aisyah
Pun tidaklah setabah Fatimah, apalagi secantik Zulaikha
Justru calon istrimu hanyalah Wanita Akhir Zaman, yang punya cita-cita menjadi Shalehah
 
Pernikahan dan Perkawinan
Mengajar kita kewajiban bersama….
Istri menjadi tanah, engkaulah langit penaungannya, istri lading tanaman, engkau pemagarnya
Istri kiasan ternak, engkau gembalanya, istri adalah murid, engkau adalah mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil yang manja, engkaulah tempat bermanjanya
Saat istri menjadi madu, kau reguklah sepuasnya, seketika istri menjadi racun, engkaulah penawar bisanya,
Andai istri tulang yang bengkok, berhati-hatilah kau meluruskannya
 
Pernikahan dan perkawinan
Menginsyafkan kita perlunya Iman dan Taqwa, untuk belajar meniti sabar dan Ridha ALLAh SWT
Karena memiliki istri yang tak sehebat mana, justru kau akan tersentak dari alpa….
Engkau bukanlah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, pun bukanlah Sayyidina Ali
Engkau Cuma Pria akhir Zaman yang berusaha menjadi Shaleh…..
 
 
NASEHAT UNTUK  CALON ISTRI 

Pernikahan atau Perkawinan
Membuka tabir rahasia…
Suami yang akan menikahimu, tidaklah semulia Muhammad SAW, tidak setaqwa Ibrahim
Pun tidak setabah Ayyub ataupun segagah Musa, apalagi setampan Yusuf
Justru calon suamimu hanyalah Pria Akhir Zaman, yang punya cita-cita membangun keluarga Sakinah
 
Pernikahan atau Perkawinan
Mengajar kita kewajiban bersama….
Suami menjadi pelindung, engkaulah penghuninya, suami adalah nakhoda kapal, engkaulah navigatornya
Suami bagaikan balita nakal, engkaulah penuntun kenakalannya,
Saat suami menjadi raja, nikmatilah anggur singgasananya
Seketika suami menjadi bias, engkaulah penawar racunnya
Andai suami masinis yang lancang, sabarlah mengingatkannya
 
Pernikahan atau Perkawinan
Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa, untuk belajar meniti sabar dan Ridho Allah SWT
Karena memiliki suami yang tak segagah mana, justru kau akan tersentak dari alpa…..
Engkau bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna dalam mejaga,
Pun bukanlah Hajar yang setia dalam sengsara
Engkau Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi Shalehah
 
Ya Muhaimin..
 
AL Ma'syuq
 
semoga ini akan menjadi doa yang senantiasa di amini oleh para malaikat dan di kabulkan oleh Allah.. Amin ya Rabb

Segores Catatan Tentang Pernikahan..

Bismillah..

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir" (Ar-Ruum 21)


وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (An Nuur 32)


وَمِن كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah" (Adz Dzariyaat 49)



هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلاً خَفِيفاً فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّا أَثْقَلَت دَّعَوَا اللّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحاً لَّنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ

"Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya" (Al-A'raf 189)


الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُوْلَئِكَ مُبَرَّؤُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)" (An-Nur 26)


وَآتُواْ النَّسَاء صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْساً فَكُلُوهُ هَنِيئاً مَّرِيئاً

"Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan" ( An Nisaa : 4)

"Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku" (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)

"Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah" (HR. Tirmidzi)


"Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya" (HR. Bukhori-Muslim)


"Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang sholihah" (HR. Muslim)

"Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau senangi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan putrimu). Jika kamu tidak menerima (lamaran)-nya niscaya terjadi malapetaka di bumi dan kerusakan yang luas" (H.R. At-Turmidzi)

"Barang siapa yang diberi istri yang sholihah oleh Allah, berarti telah ditolong oleh-Nya pada separuh agamanya. Oleh karena itu, hendaknya ia bertaqwa pada separuh yang lain" (Al Hadits)

"Jadilah istri yang terbaik. Sebaik-baiknya istri, apabila dipandang suaminya menyenangkan, bila diperintah ia taat, bila suami tidak ada, ia jaga harta suaminya dan ia jaga kehormatan dirinya" (Al Hadits)


"Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara" (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud)

"Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak" (HR. Abu Dawud)

"Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain" (HR. Abdurrazak dan Baihaqi)

"Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari)

"Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang" (HR. Abu Ya?¦la dan Thabrani)

"Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat" (HR. Ibnu Majah,dhaif)

"Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka" (Al Hadits)

"Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya" (HR. Thabrani)

"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama" (HR. Ibnu Majah)

"Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama" (HR. Muslim dan Tirmidzi)

"Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya" (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih)

"Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR. Ashhabus Sunan)

"Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)" (HR. Ahmad)

"Dari Anas, dia berkata : " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya" (Ditakhrij dari An Nasa'i)

"Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing." (HR. Bukhari dan Muslim)


Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya" (HR. Abu Sa'id)


"Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)" (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)

AL Masyuq

sumber : aina alqalby

Perjalanan hidupku dirahim Ibu

For me and my Mom..

“sesungguhnya Rabbku menciptakanku hanya dari setetes air mani”
Aku adalah mutlak seorang pemenang karena sejatinya dari berjuta sel sperma yang berlomba-lomba memperebutkan sel telur dalam rahim ibuku hanya ada SATU yang mampu menaklukan sel telur itu, yaitu AKU, tak dipungkiri bahwa aku adalah satu dari berjuta sel sperma tersebut, aku dapat mengalahkan berjuta sel dalam rahim ibuku.. luar biasa bukan??, karenanya tak usah menangisi dan menyesali hidup ini karena aku diciptakan menjadi seorang pemenang.

Sperma dalam rahim ibuku perlahan menjadi sebuah zygot, yang mungkin tak dapat dilihat dengan kejapan mata, perlahan – lahan berkembang menjadi embrio yang seolah asyik bermain dengan dunianya sendiri dalam rahim yang cukup menyesakan dada, tapi sungguh aku merasa nyaman berada dalam rahim ibuku.. terlindungi dari segala benturan.. luar biasa bukan??

aKu mampu bertahan hidup dalam ruang-ruang gelap yang penuh dengan organ-organ tubuh ibuku yang sungguh menyesakan dada dan mungkin juga aku hanya mendapatkan sisa-sisa oksigen dari pernafasan ibuku. Pendengaranku belum peka, aku hanya mendapatkan suara kalbu dari bisikan suara yang serupa selama ini sungguh lembut hanya dari seseorang yang tubuhnya menyatu dengan tubuhku, yang rahimnya ku pinjam untuk tempatku berlindung, yaitu suara ibuku yang senantiasa menanti kehadiranku dan tak henti-hentinya menjaga keselamatanku.. luar biasa bukan??

Dalam perkiraan waktu Sembilan bulan, dan dengan beratnya beban yang dirasakan ibuku, akhirnya aku terlahir kedunia ini, mungkin sedikit mengejutkan jantungku “sungguh berbeda keadaanku, biasa ku lihat lorong-lorong gelap dalam rahim dan bermain dengan organ-organ tubuh, TAPI kini ku lihat sebuah cahaya yang amat menyejukan, inilah DUNIAKU, tempat yang akan ku singgahi nantinya, dunia yang sungguh nyata dapat kulihat”.
Andai saja aku langsung dapat berbicara saat ku harus keluar dari rahim ibu, saat ku buka mata untuk yang pertama kalinya kedunia ini mungkin yang akan ku katakan adalah “terima kasih ibu, kau keluarkan aku dari pekatnya gelap dalam rahimmu menuju cahaya terang menderang yang sungguh tak menyesakan aku walau nyawamu yang menjadi taruhannya”, ku terdiam dan kemudian menangis, itulah tangisan pertamaku, tak dapat ku berkata-kata, mungkin syukur yang ku panjatkan untuk TUHANku karena memberi kekuatan untuk ibuku..

IBU…
Kini aku sudah tumbuh menjadi manusia bukan lagi sebuah zygot ataupun embrio, tapi manusia seutuhnya yang terlahir didunia..
Kini aku menjadi manusia dewasa, usiaku beranjak memasuki 20 tahun, aku bahagia dan bersyukur dengan nikmat hidup ini, aku berpakaian, makan, minum, sekolah, beraktivitas dan lain-lainnya sungguh berbeda dengan keadaanku ketika berada dalam rahimmu..

TAPI ..
Sebuah kata yang akan aku ucap untukmu “MAAF”, maaf ibu belum sempat aku membuatmu tersenyum bahagia seolah tanpa beban, belum sempat aku memberikan kado terindah dalam hidupmu, sepertinya ini tidak adil untukmu, kau berkorban begitu banyak untuk hidupku, meski tapak kakimu mulai kendor, rambutmu mulai sedikit memutih, tapak tanganmu begitu keras, tapi kau abaikan semua itu.. maf ibu aku belum memberikan kebahagiaan seutuhnya untukmu,, tak sebanding dengan pengorbananmu..

TAPI..
Aku berjanji akan wujudkan impian-impian dan harapanmu, harapan dan impian kita bersama, hingga waktunya tiba..
Keteduhan Wajahmu yang membuat aku bisa bangkit kembali ketika terjatuh dalam kehidupan ini..

SEKARANG..
Sebagai tanda terimakasihku padamu, aku hanya bisa memberikan kecupan hangat untukmu, dan penjagaan yang tak seberapa.. aku berjanji akan membuatmu bangga terhadapku hingga waktunya tiba..
Harapan dan impian kita bersama, pasti akan ku wujudkan semua mimpimu,, insyaAllah jika Allah menghendaki semua ini..

Hanya butuh doamu untuk gapai mimpiku yang mustahil dan sangat berangan-angan, tapi aku yakin dapat terwujud semua mimpi itu..
Tak usah disesali kehidupan ini, tetap ku syukuri apapun yang aku terima suka dan duka, tangis dan tawa adalah lukisan hidupku yang mungkin menjadi sebuah goresan dalam tinta perjuangan untuk menapaki jalan hidup ini yang teramat berat.. pasti akan manis terasa.. butuh pengobanan yang besar untuk mendapatkan sesuatu yang indah dan luar biasa..
Yakinlah scenario Allah akan indah pada waktunya..Allahualam..
_Liawati Anakumi_ okt09

menurut anda apakah blog ini bermanfaat?

Blog Writing Competition 2015

Blog Writing Competition 2015

Blog Writing Competition 2015
Kompetisi Blog Summarecon

Pojok Pulsa

Lomba Blog Pojok Pulsa 2015

Smartfren 4G LTE Advanced

Search

"Liawati Anakumi"

Foto saya
Depok, Jawa Barat, Indonesia
seorang anak yang dibesarkan oleh orangtua yang luar biasa, memiliki cita-cita menjadi sholehah, berusaha menjadi diriku dengan segala kekuranganku dan menjadi diriku dengan segala kelebihanku, pembelajar yang terus mau belajar.. sanguinis dan plegmatis personal.. bagiku sastra adalah bagian dari kehidupan, dengan satu aksara aku bisa menjadi lebih memaknai dunia.. Teacher senior high

My Life

Bukan manusia yang sempurna, tapi berusaha menjadi yang terbaik diantara yang terbaik..

Sangat ingin menggeluti profesi dibidang pendidikan menjadi seorang guru dan konselor yang bermanfaat untuk orang lain dan menjadi pendengar yang baik..

Sangat ingin menggeluti profesi dibidang sastra menulis dan membaca, karena dengan menulis dan membaca dapat merubah dan menaklukan dunia dan isinya..

Memiliki impian yang mustahil terwujud menjadi seorang wartawan (hihiii)..


Special Word

"Ketika Cinta belum dipertemukan biarkanlah cinta berekspresi menjadi sebuah keshalehan"

"maka Nikmat Tuhan yang manakah yang dapat aku dustakan?"

"semua akan indah pada waktuNya"

ya Muhaimin

AL Masyuq


liawatianakumi. Diberdayakan oleh Blogger.