Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu

Atas wujud lain sebuah keindahan, muncul dengan nama Kebahagiaan..
Tampilkan postingan dengan label pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pernikahan. Tampilkan semua postingan

Tentang Jodoh

Novel terkadang sangat menarik untuk dibaca jika pembaca bisa merasakan apa yang ada di novel tersebut, rasanya mengalir seperti berada dalam cerita tersebut. ya hari ini aku mau berbagi dengan para blogger terkait novel yang ku baca.. hhmmm ceritanya unik dan menyentuh bikin pembacanya terus berfikir "saya kaya gitu ga ya"..
Udah lama rasanya ga baca novel, karena kemaren ada sedikit waktu luang akhirnya nyempetin baca, awalnya ga begitu tertarik dengan isinya tapi ujung-ujungnya dibaca juga sampe akhir alhasil woooww amazing isinya, hhee. Mau sedikit ngeresume isi novel yang baru aja aku baca, karena menurutku contentnya sangat menarik..

"ini kisah seorang wanita yang cerdas dan luar biasa, sampe-sampe dia bisa melanjutkan studinya sampai S2. Secara materil wanita tsb tergolong mapan, bekerja sebagai dosen di perguruan tinggi ternama di semarang, cantik, cerdas, dan tidak ada sedikitpun kekurangan kalau dibilang sangat sempurnalah. Tapi ada raut dihati yang tak kunjung pergi, kegelisahan dan kesedihan selalu menghampiri bukan karena kekurangan material tapi karena sampai saat ini usianya  menginjak 33 tahun Allah belum juga mengirimkan separuh dien untuk hidupnya. itulah penyebab wanita tersebut menangis setiap malam, seraya memohon kepada Allah untuk segera diberikan jodohnya karena kondisi kedua orangtuanya pun sudah tergolong cukup tua. Sebenarnya bukan karena tidak ada yang mau dengan wanita tersebut, padahal sejak usia mudanya sudah banyak laki-laki yang menawarkan diri untuk menjadi pendamping hidupnya. Dulu ada seorang laki-laki yang sangat tergila-gila padanya dan kemudian menawarkan diri untuk menjadi suaminya tetapi ditolak oleh wanita tersebut karena satu dan lain hal. Datang lelaki kedua, kemudian lelaki ketiga, empat, lima tetapi hasilnya nihil tetap saja wanita tersebut menolak para lelaki dengan alasan kurang cocok dan tidak sesuai kriteria. Hingga sekarang di usianya yang terbilang cukup matang ia belum juga menemukan pendamping hidup. Sampai dalam hatinya selalu berkata "ya Allah aku menyesal, kenapa tidak dari dulu saja aku menikah di usia diniku karena alasan tidak siaplah yang membuat aku mengurungkan diri untuk tidak menikah diusia dini". wanita ini berusaha menyibukan diri dengan aktivitasnya agar lupa dengan masalah yang vital ini, kesibukannya dikampus adalah mengajar dan menjadi dosen pembimbing bagi mahasiswa yang sedang menempuh skripsi. wanita ini termasuk dosen yang sangat dikagumi oleh mahasiswa karena baik dan cerdas termasuk hasan (salah satu mahasiswa bimbingannya). Keluh kesah dan kegelisahan rana (nama wanita tersebut, tadi diawal lupa memperkenalkan,hhe) mulai dibagi pada sahabatnya. akhirnya suatu hari seorang dekan dikampus rana berniat ingin melamarnya, ya memang usia dekan tersebut jauh lebih tua dibanding rana, dekan ini duda tanpa anak. akhirnya datanglah rombongan keluarga dekan tersebut kerumah rana untuk berniat melamar rana, tidak ada keyakinan sedikitpun dihati rana untuk menerima dekan tersebut karena rana sangat tahu kepribadian dekan tersebut (jauh dari kriteria rana dan termasuk orang yang jauh dari agama).  setelah proses lamaran, rana sangat meminta maaf karena tidak bisa menerima lamaran dekan tersebut. Dekan sangat marah dan merasa dipermalukan hingga saat ini dendam yang membara dari dekan terus bergejolak hingga rana selalu mendapat teror "perawan tua" dan bahkan akan difitnah besar-besaran dikampus, akhirnya rana mengundurkan diri dari perguruan tinggi tersebut dan mencoba untuk melamar pekerjaan menjadi seorang guru disalah satu pesantren. mahasiswa ranapun sangat kehilangan dan sedih sekali termasuk hasan. Tidak lama kemudian rana mengecek email, ternyata ada inbox dari teman lamanya yang intinya  teman lama rana itu ingin melamar rana dan menjadikan rana sebagai istrinya yang kedua. Rana sangat terkejut dan menangis mendengar kabar tersebut dan rana mencoba untuk menghiraukan. Selang beberapa waktu rana ditawarkan oleh kiai (pemilik pesantren tempat rana bekerja) seorang lelaki sholeh, dan kiaipun menceritakan kondisi lelaki tersebut. lelaki tersebut ternyata adalah seorang penjual kerupuk keliling dan duda (istrinya baru saja meninggal 1 tahun belakangan karena sakit). Kiai kemudian memberitahukan kepada rana agar dihari besok ia jangan kemana-mana karena akan ada penjual kerupuk yang akan melewati rumahnya, jika rana ingin thu lebih dalam tentang lelaki tersebut ajaklah berbincang karena sesungguhnya lelaki tersebut tidak tahu bahwa akan dijodohkan. Keesokan harinya, rana tidak  pergi kemanapun ia menunggu rumah dan sangat berharap ada tukang kerupuk yang lewat, berjam-jam ia menunggu tapi tak kunjung datang. kebosanan mulai menghampiri tapi rana berusaha untuk sabar demi seorang yang akan menggenapkan separuh agamanya. Akhirnya siang hari penjual kerupuk datang, dengan  tergesa-gesa rana berlari keluar rumah dan memanggil tukang kerupuk tersebut ternyata tidak sesuai yang difikirkan dan diharapkan. Tukang kerupuk ini sudah sangat tua sekali mungkin seumuran dengan ayah rana, betapa sedihnya rana dalam hati ia berkata "ya Allah mungkinkah lelaki tua penjual kerupuk ini adalah jodohku, apakah aku sehina ini sehingga harus mendapatkan seseorang seperti ini". Akhirnya rana pasrah dan berharap itu bukan tukang kerupuk yang akan dijodohkan dengannya. Rana mencoba bersabar dan menunggu tukang kerupuk lewat didepan rumahnya tapi sampai sore haripun tak ada satupun penjual yang lewat, ranapun pasrah mungkin ini yang terbaik untuknya. menjelang magrib terdengar suara yang lantang melewati rumahnya "krupuuukk krupuk", bukan main rana bahagia karena ada tukang kerupuk lagi lewat akhirnya rana keluar dan memanggil tukang kerupuk tersebut. Kebahagiaan muncul dari wajah rana karena tukang kerupuk tersebut adalah lelaki muda, baik, gagah, dan tampan. Rana mengajak ngobrol tukang kerupuk tersebut dan tiba-tiba azan magrib berkumandang akhirnya tukang kerupuk pamitan pada rana karena harus buru-buru mencari masjid untuk shalat. Senang bukan main, "ini dia yang kuharapkan menjadi suami, lelaki sholeh dan baik hatinya". Intinya dengan proses yang panjang rana menyetujui tukang kerupuk tersebut untuk menjadi suaminya, akhirnya proses lamaran berjalan lancar hingga persiapan resepsi sudah dipersiapkan. H-1 acara walimahnya rana semakin deg-degan "akhrinya Allah memberiku kesempatan untuk menikah". Rana tak bisa tidur memikirkan acara besok, acara akad nikah yang sakral. Pagi menjelang, rana sudah siap untuk menggenapkan separuh agamanya, semua perlengakapanpun sudah siap. Tepat pukul 09.00 pengantin pria belum juga datang, rana semakin gelisah dan tiba-tiba keluarga pria datang dan mengabarkan bahwa calon suami rana meninggal dunia semalam karena tertabrak kereta api. seperti disambar petir kondisi rana pingsan dan tak sadarkan diri akhirnya rana dibawa kerumah sakit. dua hari tak sdarkan diri, ternyata ayah rana meninggal dunia juga tapi rana tidak mengetahuinya. sudah jatuh tertimpa tangga pula (orang disayanginya meninggal). Ternyata dokter yang merawat rana adalah ibunda dari mahasiswa rana yaitu hasan. Hasan kenal baik dengan rana, bahkan ia sering bercerita tentang dosennya itu kepada ibundanya. Kondisi rana sudah sehat dan bisa dibawa pulang akhirnya rana pun mengetahui bahwa ayahnya juga meninggal dunia, shock. Berbulan-bulan rana berusaha meulihkan jiwanya dia merasa bahwa memang dia belum saatnya menikah walau usianya sudah tak muda lagi. Dua bulan kemudian dokter yang merawat rana (ibunda hasan) datang kerumah rana dan menceritakan keinginan anaknya untuk menikah, rana sangat senang karena akhirnya mahasiswanya menikah. Tapi kemudian rana shock bukan main karena wanita yang ingin dinikahi hasan adalah dosennya sendiri yaitu rana, ya rana yang ingin dinikahi hasan. huaaahhh rana kaget dan tidak tahu harus berkata apa, setelah berfikir panjang akhirnya rana menerima lamaran ibunda hasan tetapi dengan syarat bahwa hasan harus melamar dirinya malam ini juga karena rana sangat khawatir tidak jadi lagi menikah (trauma) akhirnya ibunda hasan setuju dan disaksikan jamaah masjid malam itu hasan menikahi rana yaitu dosennya sendiri dengan mahar seadanya karena memang dadakan. Rana akhirnya menikah diusianya yang ke 35 tahun dengan mahasiswanya sendiri yang usianya jauh dibawah rana. Subhanallah..

nah itu kilasan novel yang aku baca, hhiiii ga tau deh menurut blogger menarik atau tidak. Kalau di novelnya sih bagus kata-katanya, karena ini adalah resensi dengan bahasaku sendiri jadi agak sedikit berantakan kata-katanya.
Subhanallah, sesuatu banget, pelajaran yang diambil banyak banget dari cerita ini untuk diri saya sebagai wanita..
keren keren..

LiAnakumi - Al masyuq

Sejuta Makna Pernikahan

Menurut saya pernikahan bukanlah hal yang tabuh ataupun malu  untuk dibicarakan, justru sebelum menikah kita harus tahu dulu sebenarnya pernikahan itu apa, pengetahuan inilah yang nantinya menjadi bekal untuk mengarungi bahtera rumah tangga, agar pada akhirnya nanti kita sudah berumah tangga, kita tidak kaget lagi dengan yang namanya PERNIKAHAN.. karena menikah adalah salah satu jalan ibadah yang didalamnya dipenuhi pahala untuk menggapai syurgaNya.. So, agar pernikahan tidak sia-sia, kita perlu memahami dahulu makna dari pernikahan itu apa agar nantinya bisa sama-sama mengerti dan paham dalam menyatukan dua kepala yang berbeda..
Pernikahan adalah sebuah PERSATUAN.
Dimana dua hati menjadi satu.

Pernikahan adalah sebuah KEBERSAMAAN dan PERSAHABATAN.
Hidup bersama, bekerjasama, melakukan banyak hal bersama dan tak menginginkan yang lain.

Pernikahan artinya PENGERTIAN.
Ia buta terhadap kesalahan pasangannya.
Ia penuh pengertian atas setiap hal–atas waktu, perasaan dan keinginan pasangannya.

Pernikahan artinya PERHATIAN.
Ia sangat peduli.
Ia bersedia meninggalkan caranya sendiri demi mempedulikan kepentingan pasangannya.

Pernikahan artinya KEBAJIKAN.
Ia mengucapkan kata-kata yang baik dan menaruh kata-katanya ke dalam tindakan.

Pernikahan artinya DUKUNGAN.
Ia mendukung usaha-usaha pasangannya, projeknya, pada segala situasi dan kondisi.
Ia memberikan dukungan moril, fisik, doa, pokoknya dukungan yang seutuhnya.
Ia memberi semangat dan mengobarkannya ketika pasangannya patah semangat.
Ia membungkuk untuk mengangkat pasangannya. Ia menguatkan hati ketika pasangannya lemah.

Pernikahan artinya BERKOMUNIKASI secara JUJUR dan TERBUKA.
Ia bersedia membuka hati berbagi pemikiran terdalam dengan rendah hati.

Pernikahan artinya BERBINCANG, BERDOA, BERDIALOG dan MENYETUJUI BERSAMA.
Pernikahan tak membiarkan dinding apapun terbangun di antara mereka dengan mengabaikan pasangan, melainkan mencari solusi kreatif.

Pernikahan artinya PENGORBANAN.
Ia memberikan diri bagi orang yang anda cintai.
Ada kesediaan untuk mengalah, melepaskan ide / keinginan pribadi demi membahagiakan pasangannya.
Menikah artinya siap menjalani mil kedua.

Pernikahan artinya BELAS KASIHAN.
Ia lebih suka pasangannya berbahagia daripada berbahagia sendirian.

Pernikahan itu hubungan TIMBAL BALIK – saling MEMBERI dan MENERIMA.
Dalam Pernikahan ada giliran – saling bertanggung jawab, bukan hanya tanggung jawab sepihak.

Pernikahan artinya PENUNDUKAN DIRI.
Ia memberikan kesempatan kepada pihak pasangan.
Menikah artinya satu sama lain saling belajar.

Pernikahan artinya berpikiran TERBUKA – berjalan sejauh satu mil dalam sepatu pasangannya.
Pernikahan artinya saling MENDENGARKAN dan MENGERTI.

Pernikahan artinya mau HADIR untuk pasangan di saat-saat BAIK (SENANG) maupun BURUK (SUSAH). Pasangan menikah berdiri bersama dalam segala keadaan, rapuh ataupun kokoh, sepanas apapun ujian dan seberat apapun tantangannya.

Pernikahan itu proses BELAJAR membiarkan hal – hal kecil berlalu.
Pernikahan itu harus ada rasa HUMOR.
Bisa merasa rileks bersama, Bisa saling menikmati.

Pernikahan merupakan PERJALANAN PENJELAJAHAN.
Saling menemukan dan belajar tentang keunikan yang dilakukan dan dikatakan pasangannya.

Pernikahan artinya saling MENGHORMATI.

Pernikahan artinya saling KOMPROMI.

Pernikahan artinya saling KOMITMEN.

Pernikahan artinya saling menjaga AMANAT dan KESETIAAN.

Dalam Pernikahan pasangan belajar saling MEMPERCAYAI.

Pernikahan artinya saling MENERIMA pasangannya APA ADANYA.

Pernikahan membawa orang pada KESADARAN bahwa ia tak bisa lengkap tanpa pasangannya.

Pernikahan artinya IBADAH dan melengkapi separuh agama.

Pernikahan artinya IMAM/PEMIMPIN bagi laki-laki (suami).

Pernikahan artinya TANGGUNG JAWAB kepada ALLAH SWT.

Pernikahan artinya TANGGUNG JAWAB suami kepada makhluk ALLAH SWT yaitu istri dan anak-anak.

Pernikahan artinya TANGGUNG JAWAB suami kepada AQIDAH istri dan anak-anak.

Pernikahan artinya TANGGUNG JAWAB suami kepada AKHLAQ istri dan anak-anak.

Pernikahan artinya TANGGUNG JAWAB suami manjauhkan keluarga dari API NERAKA.

Subhannallah, semoga Allah senantiasa memberikan pasangan hidup terbaik untuk kita semua.. amiin




Sumber :

Pernikahan Islami

Al Masyuq

Ketika Cinta Kembali Menyapa

ketika cinta kembali menyapa bagai cahaya tak bertepi
anugerah terindah itu yang ku nantikan
harapanku tambatkan disetiap sujud malamku
Tuhan bimbing cintaku, cinta karena Illahi...


disepanjang zaman kehidupan laki-laki dan perempuan tetap saling membutuhkan, bahkan nabi Adam sekalipun merasa bahwa syurga akan terasa kurang lengkap tanpa adanya pendamping. perempuan bagi laki-laki adalah sosok yang memancarkan kekuatan, membuat laki-laki menjadi lebih merasa super, dan akan menjadi tawa dalam setiap lelah dan tangisnya.. tidak dipungkiri, itu semua menjadi satu paket untuk saling menguatkan, laki-laki tidak akan bisa berdiri sukses dan kuat tanpa ada seorang wanita kuat dibelakangnya (baca:istri).. saatnya bertanya pada diri sendiri, apakah saat ini kita sebagai wanita sudah menyiapkan diri menjadi seorang istri yang kuat? yang mampu menjadi tawa dalam setiap lelah dan tangisnya? yang mampu menjadi penyemangat hidupnya? dan yang mampu memberikan aura kekutan positif untuk suaminya? menjadi seorang istri yang bisa menerima setiap keadaan yang terjadi dalam rumah tangganya? Allahualam

menjadi seorang istri yang shalehah adalah tugas mulia, tidak dipungkiri jika pada akhirnya salah satu cita-cita dalam kehidupanku, aku ingin menjadi istri shalehah, istri yang membanggakan bagi suaminya..

alangkah indahnya hidup ini jika bisa seperti Khadijah istri Nabi yang membuat Nabi selalu ingat sepanjang masa, sosok istri yang posisinya tidak akan pernah tergantikan, dan yang mampu menjadi tempat keluh kesah Nabi..

alangkah bahagianya seorang istri yang memiliki sosok suami seperti Rasulullah yang memanggil Siti Aisyah dengan sebutan "Ya Humairoh", sosok suami yang bila istrinya keluar rumah selalu digandeng dan diantar sampai kendaraan, sosok suami yang membuat Siti Aisyah menangis terharu karena merasa sangat bahagia..

aku sadar ini semua hanya angan dan impian ku untuk menjadi seperti itu, mustahil bisa terwujud karena aku ini bukan siapa-siapa, tapi apa salahnya jika kita mencontoh kehidupan Nabi dengan Istrinya, menjadi tauladan bagi setiap langkah kehidupan yang akan kita arungi..
tapi aku yakin ini bukan sekedar menjadi impian tapi harus diusahakan, kebahagiaan tidak datang begitu saja, tapi harus diupayakan..

karena dengan impian inilah, cinta kembali menyapa kedalam hatiku dan menyusup hingga ke batin, menggenggam asa dan harapan akan cita-cita mulia menjadi istri shalehah..
banyak kebaikan-kebaikan dan pahala dalam kehidupan rumah tangga karena didalamnya ada syurga..

ya Muhaimin
AL Ma'syuq

CATATAN NASEHAT PERNIKAHAN - MA'SYUQ

NASEHAT UNTUK CALON SUAMI

Pernikahan atau Perkawinan
Menyingkap tabir rahasia…..
Istri yang akan kau nikahi, tidaklah semulia khadijah tidak setaqwa Aisyah
Pun tidaklah setabah Fatimah, apalagi secantik Zulaikha
Justru calon istrimu hanyalah Wanita Akhir Zaman, yang punya cita-cita menjadi Shalehah
 
Pernikahan dan Perkawinan
Mengajar kita kewajiban bersama….
Istri menjadi tanah, engkaulah langit penaungannya, istri lading tanaman, engkau pemagarnya
Istri kiasan ternak, engkau gembalanya, istri adalah murid, engkau adalah mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil yang manja, engkaulah tempat bermanjanya
Saat istri menjadi madu, kau reguklah sepuasnya, seketika istri menjadi racun, engkaulah penawar bisanya,
Andai istri tulang yang bengkok, berhati-hatilah kau meluruskannya
 
Pernikahan dan perkawinan
Menginsyafkan kita perlunya Iman dan Taqwa, untuk belajar meniti sabar dan Ridha ALLAh SWT
Karena memiliki istri yang tak sehebat mana, justru kau akan tersentak dari alpa….
Engkau bukanlah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, pun bukanlah Sayyidina Ali
Engkau Cuma Pria akhir Zaman yang berusaha menjadi Shaleh…..
 
 
NASEHAT UNTUK  CALON ISTRI 

Pernikahan atau Perkawinan
Membuka tabir rahasia…
Suami yang akan menikahimu, tidaklah semulia Muhammad SAW, tidak setaqwa Ibrahim
Pun tidak setabah Ayyub ataupun segagah Musa, apalagi setampan Yusuf
Justru calon suamimu hanyalah Pria Akhir Zaman, yang punya cita-cita membangun keluarga Sakinah
 
Pernikahan atau Perkawinan
Mengajar kita kewajiban bersama….
Suami menjadi pelindung, engkaulah penghuninya, suami adalah nakhoda kapal, engkaulah navigatornya
Suami bagaikan balita nakal, engkaulah penuntun kenakalannya,
Saat suami menjadi raja, nikmatilah anggur singgasananya
Seketika suami menjadi bias, engkaulah penawar racunnya
Andai suami masinis yang lancang, sabarlah mengingatkannya
 
Pernikahan atau Perkawinan
Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa, untuk belajar meniti sabar dan Ridho Allah SWT
Karena memiliki suami yang tak segagah mana, justru kau akan tersentak dari alpa…..
Engkau bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna dalam mejaga,
Pun bukanlah Hajar yang setia dalam sengsara
Engkau Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi Shalehah
 
Ya Muhaimin..
 
AL Ma'syuq
 
semoga ini akan menjadi doa yang senantiasa di amini oleh para malaikat dan di kabulkan oleh Allah.. Amin ya Rabb

Segores Catatan Tentang Pernikahan..

Bismillah..

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir" (Ar-Ruum 21)


وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (An Nuur 32)


وَمِن كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah" (Adz Dzariyaat 49)



هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلاً خَفِيفاً فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّا أَثْقَلَت دَّعَوَا اللّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحاً لَّنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ

"Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya" (Al-A'raf 189)


الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُوْلَئِكَ مُبَرَّؤُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)" (An-Nur 26)


وَآتُواْ النَّسَاء صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْساً فَكُلُوهُ هَنِيئاً مَّرِيئاً

"Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan" ( An Nisaa : 4)

"Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku" (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)

"Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah" (HR. Tirmidzi)


"Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya" (HR. Bukhori-Muslim)


"Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang sholihah" (HR. Muslim)

"Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau senangi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan putrimu). Jika kamu tidak menerima (lamaran)-nya niscaya terjadi malapetaka di bumi dan kerusakan yang luas" (H.R. At-Turmidzi)

"Barang siapa yang diberi istri yang sholihah oleh Allah, berarti telah ditolong oleh-Nya pada separuh agamanya. Oleh karena itu, hendaknya ia bertaqwa pada separuh yang lain" (Al Hadits)

"Jadilah istri yang terbaik. Sebaik-baiknya istri, apabila dipandang suaminya menyenangkan, bila diperintah ia taat, bila suami tidak ada, ia jaga harta suaminya dan ia jaga kehormatan dirinya" (Al Hadits)


"Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara" (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud)

"Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak" (HR. Abu Dawud)

"Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain" (HR. Abdurrazak dan Baihaqi)

"Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari)

"Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang" (HR. Abu Ya?¦la dan Thabrani)

"Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat" (HR. Ibnu Majah,dhaif)

"Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka" (Al Hadits)

"Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya" (HR. Thabrani)

"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama" (HR. Ibnu Majah)

"Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama" (HR. Muslim dan Tirmidzi)

"Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya" (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih)

"Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR. Ashhabus Sunan)

"Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)" (HR. Ahmad)

"Dari Anas, dia berkata : " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya" (Ditakhrij dari An Nasa'i)

"Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing." (HR. Bukhari dan Muslim)


Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya" (HR. Abu Sa'id)


"Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)" (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)

AL Masyuq

sumber : aina alqalby

menurut anda apakah blog ini bermanfaat?

Blog Writing Competition 2015

Blog Writing Competition 2015

Blog Writing Competition 2015
Kompetisi Blog Summarecon

Pojok Pulsa

Lomba Blog Pojok Pulsa 2015

Smartfren 4G LTE Advanced

Search

"Liawati Anakumi"

Foto saya
Depok, Jawa Barat, Indonesia
seorang anak yang dibesarkan oleh orangtua yang luar biasa, memiliki cita-cita menjadi sholehah, berusaha menjadi diriku dengan segala kekuranganku dan menjadi diriku dengan segala kelebihanku, pembelajar yang terus mau belajar.. sanguinis dan plegmatis personal.. bagiku sastra adalah bagian dari kehidupan, dengan satu aksara aku bisa menjadi lebih memaknai dunia.. Teacher senior high

My Life

Bukan manusia yang sempurna, tapi berusaha menjadi yang terbaik diantara yang terbaik..

Sangat ingin menggeluti profesi dibidang pendidikan menjadi seorang guru dan konselor yang bermanfaat untuk orang lain dan menjadi pendengar yang baik..

Sangat ingin menggeluti profesi dibidang sastra menulis dan membaca, karena dengan menulis dan membaca dapat merubah dan menaklukan dunia dan isinya..

Memiliki impian yang mustahil terwujud menjadi seorang wartawan (hihiii)..


Special Word

"Ketika Cinta belum dipertemukan biarkanlah cinta berekspresi menjadi sebuah keshalehan"

"maka Nikmat Tuhan yang manakah yang dapat aku dustakan?"

"semua akan indah pada waktuNya"

ya Muhaimin

AL Masyuq


liawatianakumi. Diberdayakan oleh Blogger.