![]() |
| PritaLiaMerahPutih |
![]() |
| PritaLiaMerahPutih |
Sempurna itu sederhana,
Bukan dari limpahan materi ataupun wajah rupawan..
Sempurna itu sederhana,
Bukan dari banyaknya kawan atapun lawan..
Sempurna itu sederhana,
Bukan dari tingginya jabatan yang kita peroleh..
Sempurna itu sederhana,
Bukan dari indah dan mahalnya pakaian yang dipakai..
Sempurna itu sederhana,
Bukan dari besarnya rumah yang kita singgahi..
Sempurna itu sederhana,
Bukan dari mewahnya mobil yang kita naiki..
Sempurna itu sederhana,
Bukan dari banyaknya orang yang mengagumi diri kita..
Karena daun yang jatuh tak pernah membenci angin, ia juga tak pernah meminta izin untuk luluh ataupun setia ditempat ia tumbuh..
Oleh sebab itu menjadi sempurna itu sederhana, cukup dengan syukur dan menerima diri apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangan hidup karena hidup itu indah..
Sederhana bukan untuk menjadi sempurna?
Bumi Allah yang penuh Rahmat,
Liawati Anakumi
Label: bersyukur , lentera , liawati anakumi , sederhana , Sempurna
Label: doa , lentera , perjuangan
![]() | |
| Jejak Dalam Frame |
salahkah ini?
tanyaku dalam hati, bukan satu atau dua kali pertanyaan ini muncul tapi berkali-kali..
aku tak paham dengan isi kepalaku saat ini, terkadang pembenaran terlintas muncul dipikiran kadang pula rasa bersalah hinggap menggelayuti tak kunjung pergi..
kemanakah aku harus bertanya?
untuk mengarahkan jiwa..
untuk sekedar menyapapun aku tak sanggup..
apalagi berdiskusi jangtungku berdegup..
jadi apa maunya hati?
kadang ada rasa sakit hingga memekik..
kadang ada tawa hingga bahagia..
karena tertahan hanya sekedar menyimpan..
aku terlalu berlebihan, tapi apa mau di kata??
AL Masyuq
Bila saat ini kita sedang menunggu seseorang untuk bersama menjalani hidup menuju keridhoanNya, tetaplah bersabar dengan keistiqomahan..
malam ini butir mutiara kembali menghiasi kelopak mata..
mengadu dalam hening dan resah..
ini resah yang tak biasa..
aku menangis karena cinta..
karena kecintaanku padanya..
padamu duhai umiku yang luar biasa..
masih jelas sore tadi perkataanmu terdengar ditelingaku..
perkataan yang tak pernah kau lontarkan padaku..
tapi kali ini, engkau melontarkan kata-kata itu didepan mataku..
hatiku menangis umi, benar-benar menangis..
hatiku bergetar umi, benar-benar bergetar..
aku lemas..
pikiranku mulai mencerna setiap perkataanmu..
hingga jantungku menegang dengan tiba-tiba..
darahku seakan berhenti sejenak..
nafasku tersenggal..
umi, hal ini yang dari dulu aku takuti..
perkataanmu tentang kematian membuat aku ingin terus mendekap erat tubuhmu..
ketika kau berkata :
| Ciater, Bandung 2010 |
ketika ku temui ruang-ruang kosong , gelap, dan hampa..
ku diam memandangi setiap sudut tanpa cahaya..
ku diam, merapat duduk seperti ingin bertapa..
bersama kesunyian kusandarkan segala rasa..
rasa yang tak bisa ku tulis walau hanya satu aksara dari cinta..
sanggupkah aku merangkum sajak-sajak dalam cinta?
cinta yang telah lama bersemi dalam lembaran kisah..
yang mungkin akan kutemui dipenghujung waktu dalam keindahan mata..
ataukah sekedar angan dan harapan belaka?
yang akan menjadi penghantar riuh tiupan derita..
menjadikan semua padam tanpa cahaya..
ataukah harus kubangun dari awal sebuah kisah atas nama cinta?
suara tangis ini memecahkan kesunyian dalam pekat malam..
getaran hati yang teramat kencang tak bisa ku kendalikan..
butiran air matapun tak bisa lagi terbendung..
derasnya darah mengalir tak beraturan mengendalikan suhu tubuhku..
aku menangis, aku berteriak, dan aku mengadu pada yang memiliki hati ini..
aku tidak paham ya Robb dengan teka teki yang Kau beri..
beri aku pemahaman untuk mencerna semua rencanaMu, agar aku tak terjatuh karena ini..
aku tidak paham ya Robb dengan jalan yang ku pilih saat ini..
beri aku petunjuk untuk menata ulang kembali peta jalan yang ku pilih..
karena aku yakin rencana indahMu akan mengetuk pintu kehidupanku..
AL Masyuq
bisu aku terdiam dalam hamparan tandus padang tak bernyawa..
kudiam, berdiri dalam kesunyian, terpaku kaki untuk berlari..
kudiam, mendekap hati berusaha untuk mengajak kompromi..
kudiam, mengarahkan pandang mataku ke atas langit biru bercadar terang..
kudiam, menunggu isyarat yang tak kunjung datang..
disini, aku mencoba menangkap bayang samar namun jemari kecilku tak terjangkau..
hanya ku dapati suara dan kata yang masih jelas terdengar, tidak lebih dari itu..
disini aku mencoba menatap dalam kejauhan namun pandanganku tak sampai..
hanya ada kerinduan yang bertemankan ilalang, semoga rindu ini bukan hanya sebuah angan tapi menjadi impian..
mungkinkah ini akan menjadi rangkaian cerita dalam hidupku?
ataukah terputus dan hanya sekedar angan..
dibatas cakrawala aku menggores sebuah harapan..
AL Masyuq
Karena sejatinya cinta bukan untuk diungkapkan tapi dirasakan dan dimaknai kehadirannya. Aku ingin membawa cintaku berlabuh dalam seuntai kebahagian tanpa sedikitpun ada yang tersakiti, sejatinya cinta itu terdapat keikut sertaan Allah didalamnya, maka kebahagiaan cinta yang hakiki dan sejati akan hadir seiring kesabaran dan keiklasan memasuki relung hati.
Copyright 2009 - Lentera Kehidupan Ma'syuq