Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu

Atas wujud lain sebuah keindahan, muncul dengan nama Kebahagiaan..
Tampilkan postingan dengan label lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lomba. Tampilkan semua postingan

DUID B2B MP : Untungnya selangit


DUID DUID, dimana-mana orang butuh DUID #lagudangdut (^_^)

Siapa sih yang gak butuh DUID? Pasti semua orang butuh DUID untuk membuat hidup lebih hidup, iya gak?? upssss DUID yang dibahas disini bukan dimaksud dengan DUID seratus ribuan, lima puluh ribuan, atau bahkan gopean tapi tentang DUID yang sekarang makin eksis dengan B2B Market Place nya. Apa ayo B2B Market Place? Hhmmm sebelum lebih jauh membahas B2B Market Place, saya akan coba memperkenalkan tentang apa itu DUID biar blogger sedikit ada pencerahan dan bisa nikmatin berbagai keuntungannya.

DUID merupakan komunitas bisnis modern yang menghubungkan seluruh bisnis lokal di Indonesia. Waaahh mantepp kan? Semua bisnis yang sudah ada kemudian digabungkan serta dipasarkan dan dapat dijangkau hingga ke seluruh dunia. Bisnis yang sudah kita kelola bisa jadi berkembang pesat yang tentunya akan menghasilkan banyak keuntungan dengan berbagai kemudahan yang dibantu oleh DUID. Bagaimana manteppkan? Berminat? Registrasi buruan!!

Sebenarnya DUID ini lebih bersifat online atau bisa disebut juga bisnis online, sekarangkan zaman sudah hi-tech jadi apapun pasti membutuhkan hal yang instan, lebih cepat, dan lebih simple. Tinggal buka internet kemudian kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Jadi dengan bisnis online ini dapat memudahkan para penjual yang tergabung dalam DUID untuk memasarkan produknya.

Nah, gimana sekarang udah ga bingung lagikan dengan DUID? (^_^)

Ok, setelah kita bahas tentang apa itu DUID maka sekarang kita terbang ke B2B Market Place. Sebenarnya antara DUID dan B2B Market Place tidak dapat dipisahkan karena memang DUID merupakan B2BMarket Place. Nah, sekarang siapa yang udah tau apa itu B2B Market Place? Yang udah tau silahkan acungkan tangan nanti dapet hadiah dari empunya blog.. (^_^)

{B – Busines} ; {2 – To} ; {B – Busines} ; {Market – Pemasaran} ; {Place – Tempat}. Bingung ga? Tambah bingung ya? Hhheee. Jadi gini blogger  kalo disingkat B2B Market Place merupakan tempat transaksi dagang antara perusahan yang satu dengan perusahan yang lain. Misalnya proses transaksi antara produsen dengan pedagang grosir. Kemudahan yang diperoleh adalah B2B Market Place ini dapat dilakukan secara online tanpa harus melakukan pertemuan tatap muka. So, memberikan kemudahan dan mengefektifkan waktu.

Itu hanya sebagian kecil keuntungan dari gabung dengan DUID, nah ternyata ada keuntungan yang besar dan menarik juga loh. Mau tau apaaa? Kasih tau ga ya? Hhhee penasaran yaaa. Jadi keuntungan-keuntungan tersebut antara lain :

1.      Pendaftaran produk/perusahaan gratis tis tis tis alias free padahal zaman sekarang apa sih yang gratis? Ga ada kan? Pipis aja harus bayar. Hhmmm tapi DUID ini gratis loh jika kita ingin mendaftarkan produk atau perusahan kita bergabung disini. Selain itu, perusahan juga akan dapat fitur menarik seperti edit profil, management produk, ataupun transaksi. Buruan daftar, jadilah yang pertama (*_*)

2.      Memperluas pemasaran dan produk kita semakin dikenal, mengapa tidak? Karena bisnis online ini hampir dapat dijangkau seluruh dunia pastinya produk kita dapat dikenal dan dilihat oleh dunia. Manteeppkan?? Tanpa harus repot kesana kemari.

3.      Penghematan biaya promosi, kita semua tau ketika kita masang iklan di TV pasti biayanya mahal, iya ga? Terus pasang banner dijalan-jalan pasti pajaknya juga mahal, iya kan? Nah, dengan DUID ini kita dapet promosi gratis tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Lebih hematkan?

4.      Identifikasi keinginan pembeli, nah dengan DUID kita dapat mengidentifikasi produk-produk yang menjadi trend setter di masyarakat. Dengan adanya most popular search kita tau produk apa yang diinginkan pembeli sehingga kita dapat menyediakan atau memasarkan produk-produk tersebut tanpa mubazir. Pasti pembeli puas dan senang (*_*)

5.      Lebih aman dan terpecaya, karena DUID sudah melakukan audit sebelumnya. So, dapat menjamin Secure Buyer Supplier (Audit). Jadi jangan khawatir yaa.

6.      Terdapat fitur tagging pada Online Push Marketing. Berarti supplier bisa mendistribusikan produk-produknya  ke berbagai tempat penjualan (outlet-outlet).

So, sekarang jangan bingung untuk bagaimana cara memasarkan dan melezitkan produk bagi kalian yang punya bisnis. Tinggal join aja di B2B MarketPlace terbesar di Indonesia yaitu DUID, produk kalian langsung laris manis dan omset meningkat. Gak bakal ada ruginyaaa, yang ada untungnya selangiiitt!! Mau daftar sekarang? Belum tau caranya? Yuuk simak beberapa langkah untuk sampai ke DUID.
Diawalkan saya udah bilang bahwa gabung di DUID gratis tis tis tis, jadi ga usah mempertimbangkan harus ngeluarin DUIT berapa yang ada gabung dengan DUID maka DUIT Anda bertambah.. berarti kalian harus ikut Layanan Gratis. Dengan layanan gratis ini kalian akan mendapatkan fasilitas sebagai berikut:
  • Mencari produk
  • Melihat permintaan pembeliaan
  • PProduk dapat ditampilkan
  • Dapat melihat most popular search
Lumayan kan? Gratis tapi dapat fasilitas yang menarik. Nah, buat kalian yang mau dapat fasilitas lebih dari itu pastinya bisa dong. Kalian harus pindah dari gratis ke premium, tentunya ada administrasinya. Tapi fasilitas yang didapat juga luar biasa, misalnya :

  • Produk milik Anda akan berada diposisi teratas jadi semakin banyak yang lihat
  • Alamat link produk Anda ditampilkan menggunakan nama perusaha
  • Anda juga dapat melihat produk yang paling banyak laris manis di member DUID
Untuk info lebih lanjut tentang regitrasi silahkan cek disini
Perlu  dan penting diingat bahwa DUID memiliki ketentuan penggunaan, So jangan melanggar yaa harus diperhatikan..

Yuukk!! tunggu apalagi bagi kalian yang punya bisnis, baik bisnis baru maupun sudah lama silahkan gabung di DUID. Gak ada ruginya, yang ada untungnya selangiiittt!!! Buruuuaan..


NB : Gambar didapat disini  , disini , disini , disini

-Liawati Anakumi-

Sepatu yang Bersejarah dalam Hidup Umi


_SEPATU YANG BERSEJARAH DALAM HIDUP UMI_
Oleh Liawati

Berbicara tentang sepatu, saya punya cerita unik, lucu,  sedih, juga inspiratif. Kisah ini dialami sendiri oleh umi saya (umi bisa disebut juga ibu) saat masa-masa sekolah dulu. Kisah dan pengalaman ini diceritakan langsung oleh umi saya. Mungkin jika dibandingkan dengan zaman sekarang, setiap orang pasti memiliki sepatu dengan merk yang  beraneka ragam bahkan bisa jadi setiap hari bisa gonta-ganti model dan warnanya. Terkadang sudah jelek sedikit saja rasanya sudah mau ganti atau beli yang baru. Lain hal dengan pengalaman sepatu yang dialami  oleh umi saya sekitar tahun 1974, memiliki sepatu adalah sebuah impian dan  harapan dalam hidup. Saat itu umi saya memasuki bangku Sekolah Dasar di salah satu sekolah daerah desa Cibatok - Bogor, bahagia dan kegembiraan meliputi diri umi karena bisa merasakan nikmatnya sekolah maklum tidak semua anak-anak di desa tersebut bisa bersekolah.
Keterbatasan ekonomi membuat umi harus bersekolah dengan apa adanya bukan ada apanya, tanpa memiliki banyak peralatan sekolah. Jika dijabarkan mungkin umi hanya memiliki satu pasang seragam sekolah (rok merah dan baju putih), satu buah buku tulis, satu buah pensil kayu yang masih diraut menggunakan pisau, satu buah karet yang diikat diatas pensil untuk menghapus, satu buah kantong plastik sebagai tempat buku dan pensil, satu buah  botol minum bekas air mineral sebagai tempat minum,  satu pasang sandal jepit bukan sepatu mahal, dan seribu semangat untuk menanti kesuksesan. Lagi-lagi jika dibandingkan dengan kondisi sekarang mungkin sudah sangat jauh berbeda, mengenaskan dan menyedihkan memang rasanya. Namun walau dengan peralatan seadanya tapi tidak mengurangi semangat yang dimiliki umi untuk pergi sekolah menuntut ilmu. Berarti saat ini saya harus bersyukur karena berada dalam kondisi yang jauh  jauh jauh jauh lebih baik.
Aktivitas yang dilakukan umi setiap harinya adalah berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki, berpuluh-puluh kilometer yang  harus dilalui tanpa kendaraan. Jalan berbatu, licin, becek, menanjak, dan berliku menjadi saksi atas masa-masa itu. Tidak sedikitpun mengenal lelah, yang ada hanya canda tawa, kebersamaan dengan teman-teman yang lain menjadi salah satu semangat tersendiri untuk umi. Sesampai di sekolah, umi selalu duduk di bangku deretan terdepan meskipun saat itu satu bangku harus di isi oleh empat orang  dan dempet – dempetan sepertinya memang agak sempit tapi hal itu tidak jadi masalah bagi murid-murid di sekolah tersebut yang terpenting mereka bisa sekolah dan belajar. Buku gado-gado adalah julukan untuk buku yang dimiliki umi bukan karena isinya sayur mayur atau bumbu kacang tapi karena satu buku untuk campur - campur semua mata pelajaran sehingga disebut buku gado-gado. Oleh sebab itu umi selalu khawatir jika turun hujan, karena jika hujan ia takut buku satu-satunya itu terkena air kemudian basah dan  robek. Umi selalu siap membawa banyak kantong plastik untuk buku dan seragam sekolahnya. Seragam sekolah hanya punya satu pasang, oleh sebab itu  terkadang umi buru-buru untuk ganti pakaian dan mencucinya sendiri agar esok bisa dipakai kembali. Aktivitas tersebut dilakuan umi setiap harinya hingga duduk di bangku kelas VI (enam) SD.
Beranjak memasuki usia ke-10 tepatnya kelas IV (empat) SD, umi mulai memperhatikan teman-teman yang lainnya. Beberapa teman dikelas sudah banyak yang berubah kearah yang lebih baik, misalnya sudah ada yang memakai sepatu, buku sudah banyak dan tidak gado-gado, memiliki tas, dan sebagainya. Bahkan hampir seluruh temannya sudah memakai sepatu dan hal ini membuat umi sedikit merasa sedih karena melihat teman-teman yang lain. Wajar saja namanya juga masih kecil ketika melihat orang lain punya sesuatu jadi kepengen punya juga. Mungkin jika kita semua juga berada di posisi umi pasti akan merasakan kesedihan seperti itu apalagi kondisinya masih anak-anak yang masih polos dan belum mengerti apa-apa. Kesedihan yang di rasakan umi saat itu tidak akan merubah apa yang di mau oleh umi, meski memiliki keinginan besar untuk punya sepatu seperti yang lainnya tapi bagi umi itu hanya sekedar mimpi belaka bahkan jauh dari kenyataan entah sampai kapan harus menunggu seperti ini, “uang jajan ge kadang dibere kadang henteu, lamun menta sapatu oge henteu di pangmeulikeun ku umi jeung bapak (untuk uang jajan saja kadang di kasih kadang enggak apalagi minta sepatu pasti gak akan di beliin oleh ibu dan bapak)” ujar umi dalam hati. Kondisi nenek dan kakek saya yang saat itu memang hanya sebagai petani dan memiliki banyak urusan yang harus lebih diprioritaskan membuat umi jarang sekali mendapatkan uang saku dari mereka. Setiap kali berangkat dan pulang sekolah, umi selalu memperhatikan sepatu teman-temannya dengan mupeng (muka pengen _ red) kadang kala umi ketika di dalam kelas suka meminjam sepatu temannya untuk dicoba-coba. Hal itu dilakukan agar tau bagaimana rasanya pakai sepatu.

Jalan berliku, licin dan menanjak membuat sendal jepit umi  semakin menipis (karena sudah cukup lama tidak pernah ganti) akhirnya setiap pulang sekolah umi berusaha untuk berjalan tanpa alas kaki alias nyeker  sampai-sampai tekadang bagian belakang kakinya atau tumitnya agak mengeras akibat jalan terlalu jauh tapi lama-lama menjadi hal yang biasa bagi umi. Sendal jepitnya dimasukan ke dalam plastik tempat buku – buku dengan tujuan agar awet dan tidak cepat rusak. Kadang pula hanya menggunakan kantong plastik sebagai alas kaki  agar tidak terluka di bagian telapak kakinya. Suatu hari umi pernah bilang kepada nenek saya (ibunya umi saya) atas keinginannya itu
“umi, edah hayang sapatu jeung ka sakola jiga babaturan nu lain (ibu, edah mau sepatu buat ke sekolah seperti teman – teman yang lainnya)” ujar umi pada nenek.
“engke weuh lamun bapa boga rezeki, ayeuna mah henteu aya acis, sing sabar atuh  neng (nanti aja ya jika bapak punya rezeki, sekarang tidak punya uang, yang sabar ya neng)” jawab nenek saya pada umi
Umi berusaha untuk tidak sedih karena memang kondisinya ya seperti itu, walaupun dipaksakan tetap saja tidak akan dibelikan. Hanya berusaha untuk terus tetap berdoa pada Sang Maha Pencipta Langit dan Bumi, Allah SWT agar bisa punya sepatu. Mungkin saja mimpi bisa jadi kenyataan.
Suatu hari kakek (bapaknya umi) pergi ke kota untuk menemui saudara yang kebetulan bekerja di daerah Jakarta. Pagi-pagi kakek sudah berangkat dengan menggunakan angkutan umum, ada hal yang mencengangkan yaitu kakek tidak pernah mau pakai alas kaki sampai-sampai jika diperhatikan telapak kaki kakek saya itu sampai mengeras dan sepertinya sudah kebal dari panasnya aspal dan tajamnya duri di jalan hal ini masih dilakukan sampai detik ini dan saya bisa melihat buktinya bahwa kakinya memang sudah keras dan kebal. Luar biasa!! Belum lagi harus berjalan sampai ke kota hingga menemukan angkutan umum, padahal jaraknya lumayan sangat jauh dari rumah ke pusat kota atau kendaraan umum. Sekitar 2 hari kakek berada di Jakarta, entah apa yang dilakukan, mungkin mencari pekerjaan untuk menghidupi keluarga agar lebih baik lagi tapi ternyata  bukan itu yang dilakukan justru kakek  hanya ingin sekedar berbagi cerita pada  saudaranya bahwa  anaknya sedang membutuhkan sepatu.  Sampai di Jakarta kakek menceritakan kondisi umi yang menginginkan sepatu dan syukurnya saudara yang di Jakarta punya sepatu yang sudah tidak terpakai. Setelah dua hari kemudian tepatnya sore hari menjelang malam kakek pulang dengan wajah yang sumringah atau bahagia sambil menggenggam kantong plastik berwarna hitam di tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang botol minuman untuk pelepas dahaga. Saat itu pula umi langsung berteriak menyambut kedatangan kakek yang sedari pagi tadi di tunggu-tunggu kedatangannya oleh umi.
“horeee bapa uih ti jakarta, mawa naon pa? (hore bapak pulang dari jakarta, bawa apa pak?)” teriak umi seraya menghampiri kakek
“bapa mawa sapatu jeung edah ti wa Rohadi (bapak bawa sepatu buat edah dari wa rohadi)” jawab kakek

Hati umi sangat senang saat itu kala memiliki sepatu untuk sekolah. Walau bukan sepatu baru alias sepatu bekas tapi itu semua tetap membuat umi gembira dan bersyukur bisa punya sepatu. Sedikit digambarkan kondisi sepatu yang dibawa oleh kakek untuk umi yaitu berwarna putih tapi karena sudah terlalu lama jadi warnanya berubah agak  sedikit cokelat, dibagian belakang sudah agak robek sedikit sedangkan bagian depan masih terlihat mulus, ukuran sepatu lebih besar dari pada ukuran kaki umi, serta alas dibawah sepatu sudah agak sedikit menipis. Meskipun kondisi sepatu tersebut seperti itu dan sebenarnya tidak layak pakai (jika zaman sekarang) tapi masih bisa dipakai untuk ke sekolah.
“bapa nuhun sapatuna, ayeuna mah edah bisa pake sapatu ka sakola, suku edah henteu nyeri deui lamun leumpang (bapak makasih sepatunya, sekarang edah bisa pakai sepatu ke sekolah, kaki edah tidak sakit lagi kalau berjalan)” ujar umi pada kakek
“bapa henteu bisa meulikeun sapatu anyar jeung edah, iye weuh ti wa rohadi sapatu kiyeu (bapak tidak bisa memberikan sepatu baru buat edah, ini aja dari wa rohadi sepatu seperti ini)” jawab kakek
            Keesokan harinya umi memakai sepatu tersebut ke sekolah tapi tanpa kaos kaki karena memang tidak punya kaos kaki. Bagian dalam depan sepatu diberi  sedikit kertas atau diganjal dengan kertas agar tidak kegedean dan bisa dipakai. Setapak demi setapak jalan menuju sekolah terus dilalui ketika itu pula sepanjang jalan umi selalu melihat kebawah untuk memperhatikan sepatu yang dipakainya. Maklum sepatu baru jadi terus diperhatikan. Walau memakai sepatu tanpa kaos kaki tapi umi tetap  percaya diri. Sesampainya di sekolah teman - teman yang lain memperhatikan sepatu yang dipakai umi dan salah satu teman umi berkata “edah boga sapatu, edah boga sapatu, sapatu butut (edah punya sepatu, edah punya sepatu, sepatu jelek)” ejek salah satu teman di kelas
Umi mencoba tidak mendengarkan apa yang mereka katakan yang penting umi bisa pakai sepatu ke sekolah. Kemudian karena saat itu sering sekali turun hujan jadi umi selalu membawa kantong plastik cadangan untuk tempat sepatu dan peralatan yang lainnya (buku dan seragam) agar tidak basah karena jika sepatunya basah maka besok ke sekolah tidak bisa pakai sepatu lagi maklum hanya punya satu.
            Sebenarnya kondisi sepatu tersebut sudah tidak layak pakai, hal ini membuat umi  terus merawat dan menjaga agar kondisinya tidak rusak, oleh sebab itu umi selalu tetap berjalan tanpa alas kaki ke sekolah agar sepatu tetap awet dan tahan lama tapi sesampainya di sekolah sepatu tersebut langsung di pakai kembali. Terkadang pula umi memakai sepatu tersebut dengan di double kantong plastik (sepatu dipakai kemudian diluarnya umi pakai kantong plastik) agar tidak kotor terkena tanah becek dijalan. Baru saja selesai satu permasalahan (tentang keinginan umi yang kepengen punya sepatu) ternyata muncul masalah baru yaitu  karena sebenarnya dianjurkan untuk menggunakan sepatu berwarna hitam di sekolah sedangkan sepatu umi berwarna putih kecokelatan, hal ini membuat sedikit agak berbeda  dengan yang lainya. Setiap kali pulang kerumah umi selalu memikirkan bagaimana cara agar sepatu yang dimiliknya berwarna hitam seperti teman – teman yang lainnya dan ternyata sepatu tersebut disulap oleh umi menjadi warna hitam, tahu dengan apa? Dengan cara menggosokan arang bekas kayu bakar ke sepatu, umi berusaha untuk menggosokan arang tersebut ke permukaan atas sepatu agar berwarna hitam dan hasilnya pun sepatu tersebut menjadi berubah berwarna hitam seperti arang.  Jika  dipikir-pikir memang konyol apa yang dilakukan umi tapi sangat cerdas idenya. Cerdas bukan main ide yang dimiliki umi, berbagai cara ia lakukan demi sepatu kesayangannya. Jika arang yang ada di sepatunya luntur terkena air maka saat itu pula umi langsung menggosokannya kembali menggunakan arang, sebenarnya lucu tapi sedih dan miris juga ya kalau kita berada di posisi seperti itu.
            Sepatu tersebut bertahan dan awet sampai umi memasuki usia ke 12 atau duduk dibangku kelas VI (enam) SD. Sepatu tersebut yang selalu menjaga kaki umi agar terhindar dari panasnya jalan. Sepatu tersebut menjadi sejarah betapa penuh perjuangan untuk menjadi orang sukses ditengah keterbatasan ekonomi dalam keluarga.
Saat ini, kondisi umi sudah jauh jauh jauh lebih baik dibanding zaman kecilnya  atau dapat dikatakan masa-masa tersulit waktu dulu. Kini, umi sudah memiliki tiga orang anak dan hal yang selalu diperhatikan untuk anak-anaknya adalah tentang sepatu. Ketika sudah terlihat tidak layak pakai maka  ia akan segera menggantikan sepatu anak-anaknya dengan sepatu yang baru. Ternyata kisah sepatu yang pernah umi alami zaman kecil dulu  terus diingat sampai detik ini, bahkan ia tidak mau anak-anaknya harus merasakan kondisi seperti itu makanya kadang umi suka bawel kalau berurusan dengan sepatu (bawel tanda perhatian dan sayang). Kisah sepatu umi menjadi pembelajaran yang berharga untuk hidup saya. Saya belajar bagaimana harus bersabar, belajar bagaimana harus tetap semangat walau keinginan belum bisa terpenuhi, saya belajar bagaimana menjadi orang yang kuat dan tidak cengeng, saya belajar menghargai orang lain, saya belajar menjadi orang yang cerdas dan penuh ide, dan yang terpenting adalah saya belajar bersyukur dengan kondisi yang saya dapat hari ini. Terima kasih umi..


_Liawati Anakumi_

Tentang Impian

Tiada kata seindah hamdallah atas segala nikmat yang telah Allah limpahkan untukku..

Sampai hari ini tak henti-hentinya aku bermimpi, bermimpi mencapai sesuatu yang aku inginkan, karena aku sangat yakin kesuksesan seseorang berawal dari impian besar. Alhamdulillah Allah masih memberiku kesempatan untuk bermimpi..

sejak menggemari kegiatan corat coret alias tulis menulis, aku mempunyai impian dan harapan untuk memiliki buku. huaahhh mungkin hal yang mustahil jika tulisan-tulisan ku ini dijadikan sebuah buku, karena memang konten-konten yang aku tulis kebanyakan curhat dan kurang bermutu untuk dijadikan sebuah buku hhee. Tapi entah kenapa harapan membuat buku menjadi sangat besar, jika memang tidak bisa membuat buku sendiri minimal ada buku antalogi.. aamiin

Allah memang Maha Baik dan tahu kebutuhan hambaNya, hal yang mengejutkan bagiku ketika tulisanku dimuat disebuah buku antalogi "kisah-kasih mentoring" huaaahh amazing bersyukur bukan main, ini impianku sejak dulu, meski tidak dapat royalti gpp yang penting tulisanku dibukukan.. alhamdulillah. dalam buku "kisah-kisah mentoring" judul tulisanku mengenai "semuanya menyisakan kenangan indah tentang kita", ini adalah tulisan pertamaku.. mimpiku tidak berhenti disini, tapi aku terus bermimpi hingga semua harapan bisa tercapai. belum selesai rasa syukurku tentang antalogi kisah kasih mentoring ternyata Allah mengirimkan kejutan-kejutan indah lagi untukku. Satu bulan yang lalu aku coba mengikuti lomba menulis, hadiahnya yang sangat menggiurkan membuat aku semakin semangat untuk mengikuti lomba ini (hadiahnya naskah yang lolos akan dibukukan). Ternyata naskahku lolos 25 besar dan akan dibukukan, huaaahhhh amazing... seneng banget.. memang tidak ada royaltinya, tapi kata penyelenggara royalti 100% akan disumbangkan untuk palestine, subahanallah..

Allah, disini aku bersimpuh dihadapanMu atas segala nikmat dan karuniaMu..
Engkau Maha Pengatur skenario terbaik dan mengetahui kebutuhan setiap hambaNya..
Aku memohon padaMu agar Engkau terus memberikanku kesempatan untuk tetap bermimpi, karena dengan mimpi inilah aku bisa bertahan.. jangan Kau cabut impian-impianku..
aku sangat yakin Engkau mengikuti prasangka setiap hambaNya..

Sayang Allah..

LiAnakumi - Al masyuq




(Vlog - Ramadhan) Cerita Ramadan Anak-anak

bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan..

Vlog - Berbicara tentang ramadhan memang satu bulan yang penuh rahmat bagi yang tulus ikhlas menjalankannya. semoga kita semua termasuk orang-orang yang senantiasa bersyukur karena diberi kesempatan bertemu dengan Ramadhan. Nah kali ini saya mau berbagi cerita tentang kisah yang pernah saya alami dan saya lihat di bulan Ramadhan..

Saya adalah seorang mahasiswa, sejak duduk dibangku kuliah semester 1 saya sudah mulai untuk berusaha mandiri alias menghidupi diri sendiri dan ga mau nodong terus ke orangtua, nah caranya dengan ngajar privat dari rumah kerumah.. ^_^

Kali ini saya mengajar seorang murid yang luar biasa sebut saja namanya Dafa, sejak Dafa memasuki Taman Kanak-kanak (TK) dia sudah mulai les dengan saya, berarti kira-kira sudah sekitar 2 tahun saya mengajar dia sampai dia menduduki bangku Sekolah Dasar kelas  1. Setidaknya selama 2 tahun itu saya mulai paham tentang dirinya dan keluarganya. Dafa tidak seperti anak-anak lainnya, kehidupan Dafa sangat unik dan terkekang, apapun yang ia lakukan harus sesuai dengan keinginan bundanya. Bahkan untuk mainpun Dafa sangat diatur dan dapat dihitung dengan jari berapa kali Dafa bermain. Bisa kebayangkan bagaimana seorang anak kecil yang sangat polos harus diatur sebegitunya oleh bundanya.. Bahkan hampir setiap hari dafa selalu kena marah dan hukuman dari bundanya.

Nah sekarang saya akan menceritakan tentang kisah Dafa dibulan Ramadhan yang saat itu Dafa duduk dikelas 1 SD. Pola asuh Bunda Dafa yang sangat tegas dan mengekang membuat Dafa diwajibkan untuk berpuasa 1 hari penuh dari shubuh sampai maghrib, bayangkan anak sepolos itu harus menahan lapar seperti orang dewasa. Dafa yang saat itu memang sangat takut dengan orangtuanya mencoba untuk menuruti dan berusaha puasa full. Dari wajah polosnya terlihat beban yang teramat berat. 5 hari berlalu dan Dafa pun bisa puasa full sampai magrib, walau jika dilihat memang dia sering menggurutu untuk minta buka di siang hari tapi lagi-lagi bundanya selalu marah. Saya saja sampai sedih dan pernah menangis melihat perlakuan bundanya ke Dafa.

Hari ke-6 puasa, saya datang kerumahnya untuk les ngaji dafa. Dijalan saya sudah mengatur strategi yang ada difikiran saya untuk berusaha membuat lupa kalau dafa sedang puasa, ngaji sambil bermain sulap yaaa itu yang saya akan lakukan nanti. hhmm sampai rumah Dafa, saya langsung duduk dan menyapa dafa untuk segera menyuruhnya ngaji. Dalam benak saya berkata "tumben si Dafa ga lemes, biasanya kaya orang udah ga bernyawa lemesnya setengah mati". Ngajipun dimulai dan saya bertanya dengan kabar puasa dia hari ini,

"waaahh dafa hebat hari ini ceria banget, nah bagus gitu ga lemes" tutur saya
"kaka, jangan bilang bunda ya" bisik dafa pada saya
"hhmm emang kenapa?"tanya saya penasaran
"janji jangan bilang bunda, nanti dafa pasti dimarahin dan dihukum" jawab dafa
"iya, kaka janji" sautku
"tadi siang waktu bunda dan ade diluar rumah, dafa ambil makanan yang sisa saur, dafa ambil aja sosis dan tempenya, terus dafa juga minum, dafa udah ga kuat kaka sampe lemes" cerita dafa
"astagfirullah dafa" dan akupun sangat kaget  mendengar ceritanya dan sedikit sambil tertawa, anak sepolos itu berusaha mencari strategi untuk mengisi perutnya
"iya kaka, terus tadi pas bunda masuk lagi kedalam, dikira bunda ada kucing soalnya tempenya ada yang jatuh hhee dan bunda ga tau kalo itu dafa karena dafa langsung kekamar untuk tidur" cerita dafa
"ya Allah dafa, dafa takut ya dimarahin bunda?" tanyaku
"sabar ya sayang, meski dafa suka dimarahin dan dihukum tapi Allah sangat sayang sama dafa anak yang cerdas dan sabar" sapaku
.....
saya tertawa geli mendengar cerita dafa, meskipun itu ga baik tapi setidaknya dia sedang berusaha untuk melindungi dirinya. Dia berani mengambil resiko yang besar, padahal jika itu semua ketahuan, bundanya tak akan segan-segan untuk menghukumnya (diguyur dan dikunci dikamar mandi). Tapi saya belajar banyak dari kehidupan dafa yang berusaha untuk sabar, tegar, dan cerdas disetiap kondisi. anak usia 6 tahun yang hidup secara tidak wajar.
Semoga kita semua dapat mengambil hikmahnya..












Bumi Allah, Liawati Anakumi

Sepenggal Kesan Lomba Menulis

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam..

Tiada kalimat yang bisa saya ucapkan selain Hamdallah untuk menggambarkan suasana hati saya yang begitu senang dan gembira. Saya akan bercerita dari awal tentang kebahagiaan ini, semoga bagi yang membaca tulisan saya ini tidak pernah bosan.. ^_^

Sejak lulus dari SMA, saya sangat menyukai dunia menulis sejak itu pulalah saya berusaha untuk bisa menulis walau hanya sekedar mencurahkan isi hati. Bagi saya menulis adalah bagian dari sisi kehidupan agar kita lebih memaknai isi dunia..

oke langsung aja ke inti cerita, hhmm karena hobi didunia nulis dan blogging, saya sering banget searching di internet terkait lomba menulis online. Di awal juni saya coba-coba searching lomba menulis online, nah saat itu yang keluar banyak banget, tapi saya coba buka salah satu, ternyata yang kebuka adalah lomba menulis online mengenai HAM dan Hukum bersama penyelenggara http://www.aboebakar.com. Awalnya saya ragu untuk ikut lomba ini karena saya fikir ini lomba terlalu berat ranahnya dunia hukum, secara saya bukan anak hukum tapi hanya mahasiswa yang kuliah di jurusan Bimbingan dan Konseling UNJ. Tapi entah mengapa saya malah buka word kemudian saya coba tulis terkait tema yang ditentukan, nah loh kok jadi kaya ada yang ngegerakin untuk ikut. setelah beberapa jam saya buat tulisan tersebut, dipikiran saya mulai perang lagi, "kirim ga ya, kirim ga ya", akhirnya dengan Basmallah saya niatkan untuk kirim, toh menang atau kalah itu bukan menjadi tujuan yang terpenting adalah berani mencoba. betul?? Akhirnya saya kirim juga tulisan tersebut via email yang sudah ditentukan oleh panitia, begitupun saya juga mencoba mengikuti persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan. Akhirnya saya tuntaskan juga tulisannya dan semakin lega hati saya karena sudah mencoba..

Kata panitia lomba ini akan diumumkan di pertengahan Juli, tibalah saatnya bulan Juli, nah saya coba buka-buka kembali website tersebut tapi belum ada pengumuman apa-apa. Saya fikir belum rezeki kali, belum ada kabar apapun. Sekitar tanggal 19 Juli pukul 01.00 malam pulang ngajar, saya iseng buka-buka twitter penyelenggara yaitu dan ternyata ditwitter tersebut tertulis status Selamat untuk Pemenang Lomba Menulis Online. setelah itu saya klik alamat websitenya ternyata benar sudah ada pengumuman pemenang, dengan mata saya pejamkan sedikit dan pelan-pelan kursor laptop saya turunkan dalam hati bertanya-tanya "siapa ya yang menang, hhmm". Saya buka mata saya dan berkata Bismillah, huaahhh ternyata itu ada nama saya tercantum di websitenya dengan tulisan Liawati, Depok Jawa Barat, ini liawati saya atau bukan ya ucap saya dalam hati, akhirnya saya lihat judul tulisannya ehh ternyata yang tercantum adalah judul tulisan saya yaitu "Generasi Penerus Bergerak bukan diam untuk Hukum dan Ham Indonesia" wahhh rasanya kaget bukan main, saya sampai deg-degan. Akhirnya saya berteriak Alhamdulillah ya Allah dan tak henti-hentinya malam itu saya sujud syukur dan menangis, hhee sedikit lebay ya tapi itu ekspresi rasa gembira saya. Orangtua dan keluargapun ikut senang dan bahagia, terutama ketika ibu saya berkata "ternyata anak umi hebat", huahh seneng rasanya. Setelah itu saya coba kirimkan data saya ke email panitia karena diminta bagi pemenang untuk menghubungi panitia via email, setelah saya mengkonfirmasi kepanitia sampai 3 kali ngemail,hhee.

Sambil menunggu konfirmasi dari panitia, sebenernya saya deg-degan ini kenyataan ga yaa. Alhamdulillah tanggal 21 Juli saya ditelpon oleh panitia penyelenggara yang intinya saya diminta untuk datang ke DPR. huaahhh tambah senang saya bertemu dengan orang-orang hebat pastinya di DPR. Akhirnya saya datang hari jumat sekitar pukul 10.00, karena pagi jam 07.15 saya harus kerja dan saya memberanikan diri untuk izin ke kepala sekolah, sempet khawatir ga diizinin tapi akhirnya respon kepala sekolah berbeda dengan apa yang saya fikirkan, kepala sekolah malah mensupport saya untuk cepet-cepet datang ke DPR, sayapun tersenyum lebar dan berkata dalam hati "Alhamdulillah". menuju DPR sebenernya saya ga tau letaknya, maklum kalo aksi mahasiswa saya ikutnya selalu yang di Monas bukan di DPR/MPR. Akhirnya ayah saya mau mengantarkan saya sampai tempat tujuan, waahh saya tambah senang lagi..

Tibalah saya di gedung DPR Tepatnya di Wisma Nusantara lantai 3, saya melakukan berbagai pemeriksaan dari petugas walau sempat di suruh tunggu oleh petugas karena belum ada konfirmasi. Akhirnya saya sampai dilantai 3 ruangan pak Aboebakar, saya sempet deg-degan dan nervous cuy. sampai didalam ruangan saya bertemu panitia, yaitu pak boy. sambil menunggu, kami sempat berbincang-bincang, saya jadi tambah wawasan, yang menarik lagi adalah ketika saya ditanya "suka ngeblog ya?" tanpa pikir panjang sayapun langsung menjawab "iya pak, saya suka ngeblog" "nanti kalo ada lowongan staff humas di DPD saya kabari" kata pak boy, "dalam hati saya senang banget dan menjawab iya pak makasih banyak". seneng seneng seneng.. #lebay dikit.

setelah ngobrol panjang lebar dengan pak boy, akhirnya saya bertemu juga dengan habib aboebakar (habib panggilan untuk pak aboebakar), huaahh deg-degan juga ketika tatap muka dengan beliau (pelayan rakyat di DPR Komisi III) apalagi ketika habib mengucapkan selamat kepada saya, hhmm rasanya saya ga nyangka bisa berdiri bersama beliau. setelah itu saya dipersilahkan duduk dan kemudian kita ngobrol-ngobrol bareng habib dan pak boy sambil menunggu pak dedi (salah satu panitia juga). obrolan yang luar biasa, saya dapat ilmu dan motivasi dari beliau sehingga saya semakin semangat untuk berkarya dan menulis. terutama ketika beliau berkata "latih terus menulisnya, ini tulisan kamu bisa jadi saran buat pihak-pihak yang terkait" . huahh bener-bener subhanallah luar biasa. ketika kami ngobrolpun subhanallah sangat ramahnya beliau begitupun panitia juga sangat ramah dan baik, sehingga saya tidak begitu canggung ketika ngobrol. Tiba-tiba saya dikasih kartu nama + no.HP + tanda tangan beliau, luar biasa deh pokoknya. setelah kami ngobrol-ngobrol, akhirnya langsung masuk ke proses dokumentasi, pertama kali di foto itu dengan pose penyerahan hadiah, huahh seneng banget dapet Iphone 4, apalagi waktu panitia tanya mau diapain Iphonenya, saya bilang mau dipake dan ga dijual,hhee. Dalam ruanganpun tidak kaku, saya benar-benar senang, ada canda, obrolan, dan sebagainya. setelah foto-foto dengan habib kemudian kami foto dengan panitia sebagai dokumentasi. hhmm rasanya saya tidak percaya bisa berdiri bareng dengan orang-orang hebat seperti mereka. Foto  dengan beberapa gaya yang tentunya dengan senyum ceria dan tidak kaku, setelah itu saya ditanya-tanya tentang proses informasi terkait lomba ini, tentang tulisan saya, bagaimana proses penjurian dan sebagainya. yang gak kalah penting ternyata habib orang Depok juga baru tau saya, hhee.

Dalam ruangan banyak informasi, semangat, dan harapan yang saya dapatkan, ini semua pembelajaran dan moment yang ga mungkin bisa saya lupakan. ini bagian dari hidup saya yang nantinya akan saya ceritakan pada anak cucu saya hingga bisa menjadi inspirasi untuk mereka.

akhirnya saya pamitan untuk pulang karena habib juga harus rapat lagi, keluar pintu saya pamitan dengan panitia dan berterima kasih. Diluar menuju lift ternyata saya bertemu lagi dengan habib, kita ngobrol sambil menunggu lift, satu yang membuat saya senang adalah ketika habib berkata "nanti kalau ada apa-apa atau ada yang ingin ditanyakan sms atau hunbungin saya aja, terkait dengan tulis menulis" huahhh sebegitu welcomenya beliau, terima kasih habib..

Saya atas nama Liawati Anakumi merasa sangat berterima kasih kepada Tuhan yang Maha Pengatur Skenario Terbaik yaitu Allah, kepada Habib Aboebakar yang saat ini menjadi inspirasi untuk saya, kepada panitia (pak boy dan pak dedi, terus panitianya siapa lagi ya?) yang sudah menyeleksi tulisan-tulisan satu persatu, kepada orangtua saya yang luar biasa atas doanya, kepada adik dan kakak saya atas supportnya, kepada keluarga/sodara2 saya, kepada sahabat-sahabat dan teman-teman saya yang selalu mendukung saya dalam menulis, kepada inspirator kehidupan saya yang tak hentinya singgah dalam kehidupan saya, kepada Murobbi, kepada Tarbiyah tentunya, kepada jingga yang menoreh senja dan kepada semua pihak yang terkait. I love you..

Menulis adalah bagian dari sisi kehidupan, dengan menulis rasanya kondisi hati saya menjadi lebih lega walau hanya satu aksara. ini adalah proses pembelajaran, langkah saya tidak akan pernah berhenti disini, ini adalah awal dari segalanya.

Bumi Allah, Juli 2011

Anakumi - Almasyuq

menurut anda apakah blog ini bermanfaat?

Blog Writing Competition 2015

Blog Writing Competition 2015

Blog Writing Competition 2015
Kompetisi Blog Summarecon

Pojok Pulsa

Lomba Blog Pojok Pulsa 2015

Smartfren 4G LTE Advanced

Search

"Liawati Anakumi"

Foto saya
Depok, Jawa Barat, Indonesia
seorang anak yang dibesarkan oleh orangtua yang luar biasa, memiliki cita-cita menjadi sholehah, berusaha menjadi diriku dengan segala kekuranganku dan menjadi diriku dengan segala kelebihanku, pembelajar yang terus mau belajar.. sanguinis dan plegmatis personal.. bagiku sastra adalah bagian dari kehidupan, dengan satu aksara aku bisa menjadi lebih memaknai dunia.. Teacher senior high

My Life

Bukan manusia yang sempurna, tapi berusaha menjadi yang terbaik diantara yang terbaik..

Sangat ingin menggeluti profesi dibidang pendidikan menjadi seorang guru dan konselor yang bermanfaat untuk orang lain dan menjadi pendengar yang baik..

Sangat ingin menggeluti profesi dibidang sastra menulis dan membaca, karena dengan menulis dan membaca dapat merubah dan menaklukan dunia dan isinya..

Memiliki impian yang mustahil terwujud menjadi seorang wartawan (hihiii)..


Special Word

"Ketika Cinta belum dipertemukan biarkanlah cinta berekspresi menjadi sebuah keshalehan"

"maka Nikmat Tuhan yang manakah yang dapat aku dustakan?"

"semua akan indah pada waktuNya"

ya Muhaimin

AL Masyuq


liawatianakumi. Diberdayakan oleh Blogger.