Rasanya sudah lama ga update di blog.. hhmm hari ini mau coba menuangkan segores catatan kecil dari hati.. ^^
---------------
Apa yang paling menyedihkan di dunia ini? Saya akan menjawab Kehilangan, ya kehilangan adalah sesuatu yang menyedihkan sekaligus menyakitkan. Kehilangan adalah satu kondisi dimana saya tak mampu menjangkaunya dengan indera maupun dengan hati, ketika dekat dan kemudian tidak dekat lagi. Kepergian yang tiba-tiba, kehilangan yang tidak memberi alasan, hilang secara perlahan. Baik ketika hilang separuh maupun seluruh.
Hhmmm Hilang seluruh atau separuh, yang mana yang paling menyakitkan? Biarkan saya katakan ini, ketika saya kehilangan sesuatu secara seluruh maka titik tertinggi yang harus saya miliki adalah ikhlas. Ya hanya keikhlasan.. Tak ada daya yang saya miliki lagi selain bertumpu pada lutut dan mencari kekuatan pada Tuhan. Kehilangan orang yang saya sayangi mungkin tak mampu saya temukan lagi hatinya, hal ini lebih menyakitkan dibanding ketika ia pergi dengan jiwa dan raga dan tak ada lagi di dunia. Mengapa? Karena masih ada Hati yang perlu bertahan pada sebagian hati yang tak lagi memilikinya dan juga pada penaklukan keegoisan untuk mengikhlaskan kepergiannya.
Ada lubang kosong di hati, tak teraba di dunia dan tiba-tiba sadari bahwa ia sejatinya telah menjadi kabut dan perlahan samar memudar. Pergi, pergi secara perlahan, yang tersisa hanyalah kenangan di ruang benak yang coba saya bongkar kembali. Kenangan itu serupa dua sisi koin. Menusuk begitu sakit tapi juga menguatkan karena pernah ada di kala itu dan berbahagia pada akhirnya..
Tak ada yang pernah tahu kapan kehilangan itu datang. Ia adalah kotak hadiah yang tiba-tiba mewujud dan merampas kebahagian. Tapi kehilangan atau kepergian telah menjadi sebuah kepastian dari drama hidup. Tapi, Tuhan adalah penulis skenario yang paling baik. Dialah yang Maha membolakbalikkan hati. Sakit dari kehilangan adalah kelemahan manusia. Dan ikhlas melepaskan adalah sifat Illahi yang tergapai.
Semoga Allah senantiasa menguatkan dan menenangkan, bukankah rencana Allah jauh lebih indah? Disinilah Allah menguji letak kesetiaan dan kasih sayang..
Untukmu jiwa-jiwa yang hilang..
-Liawati Anakumi-
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu
Tentang sebuah kehilangan..
You Are My Sunshine
Tentu jika berbicara tentang “sunshine” yang terlintas dalam benak saya adalah tentang murid-murid saya, bukan tentang hal-hal yang lain ^^. Ya, tentang mereka yang sangat amat saya banggakan. Karena bagi saya, menjadi guru bukanlah sekedar profesi semata tapi memang menjadi guru adalah bagian dari pilihan hidup yang saya tempuh.
Label: almasyuq , guru , kisah , liaawati anakumi , life , murid , pengalaman , sunshine
Cinta dalam Diam
My Self
"Rencana Allah jauh lebih indah dari rencana kita dan semua akan indah pada waktuNya"
Kalimat ini yang selalu mengiang-ngiang di memori otak saya hingga saat ini, seakan-akan memberi energi positif terhadap apa-apa yang saya harapkan dan pikirkan ^^
23 tahun bukan perjalanan yang singkat namun perjalanan yang amat panjang, tentu onak dan duri melintang didepan mata, ya itu hal yang pasti!! Perjalanan hidup ini tentu atas izin dan skenarioNya. Lalu selain Dia, siapa lagi yang memberi keberkahan usia pada saya? Tidak ada!! Mutlak semua karenaNya.
Enywey, berbicara masalah perjalanan hidup saya punya sedikit cerita. Ini mutlak tentang hidup saya, bukan tentang orang lain hehehe -,- cekidottt disimak *sediain kopi dan kacang biar bacanya ga bosen bin ngantuk Zzzz*
Sejak duduk dibangku SMA, saya sudah merangkai impian ingin menjadi pegawai bank atau bekerja dibidang ekonomi, makanya dulu ketika SMA saya pilih jurusan IPS *mantaaap* berharap impian saya bisa terwujud, aamiin ^^
Tahun demi tahun saya lewati dengan suka cita dan tanpa beban sedikitpun. Karena ini pilihan saya, maka saya harus menikmati dan mensyukurinya ^^. Menjelang akhir kelas XII, perlahan-lahan saya mulai bergerak untuk mewujudkan impian saya itu, maka dengan kunci nekad bin Pede entah kenapa saya yakin bisa mewujudkannya!! Hehehe
Singkat cerita, saya ikut SPMB (SNMPTN tertulis_now) dan saat itu saya tetap memprioritaskan impian saya itu berharap bisa terwujud. Saat diminta mengisi kolom pilihan jurusan kuliah, saya menuliskan dua pilihan yaitu Perbankan syariah dan Bimbingan Konseling. Namun, saat itu posisinya dibalik untuk Bimbingan Konseling menjadi pilihan pertama dan Perbankan syariah menjadi pilihan kedua. Memang jika dilihat passing grade BK lebih tinggi dibanding PS makanya saya pilih urutan tersebut dengan harapan saya bisa lolos dipilihan kedua --> Perbankan Syariah ^^.
Berbulan-bulan saya menunggu pengumuman dan akhirnya tiba dipenghujung penantian. Saya bergegas melihat daftar nama siswa yang lolos PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dikoran *lupa koran apa hehe* dan ternyata nama saya masuk dalam seleksi SPMB, saat itu wajah saya sangat flat dan tanpa ekspresi padahal seharusnya senang ya. Mengapa demikian? *Hayooo angkat tangan yang bisa jawab hehehe* jawabannya karena saya diterima dipilihan pertama yaitu BK, huaahhh bingung harus ngapain karena sebenernya BK bukan pilihan saya -,-
Tak puas dengan hasil SPMB maka saya coba-coba ikut seleksi ujian yang lainnya dengan pilihan jurusan management, perbankan, dan ekonomi. Masih sangat berharap impian saya bisa terwujud, hhmm. Ternyata benar, saya diterima dijurusan Management disalah satu Universitas Negeri. Saat itu ada perasaan senang campur bimbang alias galau -,- entah kenapa meskipun saya tak suka dengan BK namun saya tetap menjalankan segala administrasi dan penugasan OSPEK, aneeehhh bin ajaipp -,- hal ini yang membuat saya masih terus bertahan di BK dan meninggalkan Management (padahal management adalah pilihan jurusan yang saya nanti-nanti kehadirannya ^^).
Saya juga heran kenapa bisa begini -,- tanyakan kenapa??!! Dan endingnya pilihan yang saya pilih adalah Bimbingan Konseling *belok dari impian* -.- *nangis guling-guling*
------------
Bloggers tau??!! ternyata benar adanya bahwa tanpa kita sadari "Rencana Allah jauh lebih indah". Mungkin jika dipikir-pikir seharusnya saya bisa mencapai impian saya tapi entah mengapa saya berbelok arah ke tempat yang belum pernah saya rencanakan sebelumnya dan ternyata ini semua karena campur tangan Allah. Allah lah yang menyusun skenario dan rencana hidup saya. Memang belum tentu rencana kita baik untuk diri kita tapi rencana Allah sudah pasti baik untuk diri kita!! Ini sudah terbukti!! Saya bisa merasakan itu. Dulu mungkin saya menyesal plus mengeluh atas pilihan yang saya ambil tapi tenyata sekarang saya sangat amat bersyukur bisa terjerumus didunia Bimbingan dan Konseling, Amaziiinngggg!!!
Faktanya adalah
1. Di BK saya bisa mengenal karakter dan kepribadian saya sendiri, seolah-olah saya kuliah kepribadian hehe
2. Bekerja yang berhubungan dengan manusia adalah suatu hal yang mengasyikan. Setiap manusia itu unik, disini saya belajar bagaimana memahami perbedaan dan mencoba saling mengerti.
3. Menjadi pendengar aktif adalah sesuatu yang amazing. Dengan menjadi pendengar maka saya belajar banyak dari kehidupan mereka.
4. Bisa belajar dari pengalaman dan kehidupan orang lain karena setiap masalah yang mereka ceritakan, secara alamiah membuat saya belajar dan bersyukur.
*dan masih banyak fakta-fakta lainnya yang saya rasakan*
Saat ini saya bersyukur bisa menjadi seorang guru, ya saya harus belajar mendidik bukan sekedar mengajar. Saya belajar banyak dari kehidupan orang lain yang menceritakan masalahnya kepada saya dan saya sangat amat bersyukur bisa dipertemukan dengan mereka "anak didik". Tanpa cerita mereka mungkin saya tidak akan pernah tau dan tidak akan pernah belajar tentang arti kehidupan, mungkin saya tidak akan pernah belajar bagaimana rasanya terjatuh saat mengalami masalah berat.
Sekali lagi, Allah tau yang terbaik untuk hidup kita. Maka jalani dan syukuri apa yang telah Allah tetapkan untuk jalan hidup kita.
Sangat bersyukur bisa terjerumus didunia pendidikan. Terima Kasih Allah, atas kesempatan ini.
Bumi Allah,
Liawati Anakumi
Label: almasyuq , Bimbingan dan konseling , cerita , impian , kisah hidup , liawati anakumi , perbankan syariah , snmptn , spmb
My Student
Rasanya air mata tumpah ruah jadi satu, entah apa penyebabnya -,-
Seketika, saya duduk diatas tangga sekolah berdua dengan murid saya yang memang tergolong "unik". Saya pandangi sekitar 5 menit wajahnya dan saya hanya mampu berkata sambil memegang pundaknya "jujur pada hatimu, jangan membohongi diri sendiri" "Katakan apa yang kamu rasa, katakan apa yang ada dihatimu" Dan saat itu juga air mata saya tumpah ruah, tak terhentikan, entah mengapa ini alamiah terjadi..
Hening hening sejenak, sama-sama saling menunduk dan terdiam. Tak ada satupun kata yang terlontar dari bibirnya.
Murid saya yang satu ini memang tergolong "unik", polanya sangat luar biasa. Baru kali ini saya menangis karena dia. Lagi-lagi terlalu cengeng memang hidup saya -,-
Saya menangis BUKAN karena saya capek, saya menangis BUKAN karena saya kesal, saya menangis BUKAN karena saya marah, saya menangis BUKAN karena saya menyerah, kenapa saya menangis terisak saat itu? Jawabannya karena saya tidak tega dan sedih melihat dirinya terus menerus "unik" seperti itu. Sulit untuk saya jabarkan apa yang ada di hati saya, hhhmmm..
Perlahan, semakin deras dan tak tertahankan. Saya punya harapan besar terhadap dirinya, harapan akan perubahan minimal 5% saja.
Biarlah Allah yang menentukan jalannya, saya hanya bisa berusaha seoptimal mungkin. doa.usaha.tawakal
Bumi Allah,
-liawati anakumi-
Label: almasyuq , gis , liawati anakumi , Student , unik
Inspire Menulis
Bagi saya menulis artinya berbagi hidup, berbagi inspirasi, dan berbagi cerita. Sepakat?? ayoo yang sepakat silahkan merapat hihihi..
Saya bukan penulis terpopuler seperti Bunda Helvy Tiana Rosa, Pipiet Senja ataupun Asma Nadia, saya bukan penulis yang menghasilkan banyak novel terlaris di Indonesia seperti Kang Abiburahman, saya bukan penulis yang bisa merubah dunia dengan ujung penanya seperti Imam Hasan Al Banna, saya bukan penulis yang menghasilkan karya besar seperti Ustadz Salim Afillah, dan lalu siapa saya??!! saya bukan penulis hebat seperti mereka!!. Saya bukan siapa-siapa, hanya seorang blogger yang bercita-cita menjadi penulis, mungkin hanya segelintir orang yang mau membaca tulisan konyol saya (emang siapa yang mau baca?hihihi), saya adalah [calon] penulis yang sedang belajar belajar belajar dan terus belajar untuk menghasilkan karya besar, [calon] penulis yang sedang belajar untuk BISA menjadi seperti Bunda Helvy Tiana Rosa, Pipiet Senja, Asma Nadia, Kang Abiburahman, Imam Hasan AL Banna, dan Ustadz Salim Afillah. Aamiin.. Tapi rasanya mustahil dan tidak mungkin saya bisa seperti mereka, wong tulisan saya isinya curhat semua dan gak ada content yang menggugahnya hehehe biarin deh yang penting punya keinginan untuk menulis, toh apapun akan terjadi jika Allah sudah berkhendak ^^.
Itu segelintir cita-cita saya untuk bisa menjadi penulis yang menghasilkan karya, Aamiin.
Minat saya didunia kepenulisan sudah cukup lama. Bermula sejak tahun 2005 (kelas 2 SMA), saat itu saya diberi penugasan oleh Sang Guru, ya Guru Spiritual saya ini yang pertama kali menyuruh saya untuk belajar menulis! meski sangat malas dan berkata "gak penting banget sih, buat apaan nulis-nulis kaya gini" (maap ya mba hehehe) tapi nyatanya saya kecanduan hingga detik ini ^^. Guru spiritual saya memang berkecimbung didunia kepenulisan hingga akhirnya beliau harus menularkan virus-virus [positif] nulis ke binaannya. Karya pertama yang saya hasilkan yaitu "Tontonan Televisi yang Baik untuk Anak-Anak" dan tulisan tersebut saya kirim ke YAI (Yayasan Anak Indonesia) sebenernya bukan kemauan saya mengirimkan tulisan tersebut tapi karena memang untuk sekedar menggugurkan kewajiban dan memenuhi tugas dari sang guru. Akhirnya kekirimlah tulisan saya yang satu ini.... sending .........
Beberapa minggu telah berlalu, tiba-tiba ada pos datang kerumah "untuk Liawati di SMA Negeri 5 Depok". Sebenernya agak sedikit kaget, kok ada pos khusus buat saya biasanya pos yang dateng kerumah adalah tagihan telepon ataupun rekening listrik hahaha tapi kali ini bukan!! akhirnya tanpa basa basi saya langsung buka segel dan amplopnya, wiiiddiiihhh Alhamdulillah saya dapet SERTIFIKAT dari YAI dibawah naungan Kak Seto, hhmmm mantaaappp ya.. yang tadinya gerutu karena dikasih tugasnya nulis terus tapi tapi tapi sekarang malah bersyukur karena bisa ngerasain nikmatnya menulis.. karena rasa senang yang membuncah kemudian saya langsung SMS sang guru [ beberapa tahun berlalu akhirnya saya berusaha untuk menyeriuskan hobi saya ini didunia menulis]
"mba, aku dapet sertifikat nulis loh mba :), tulisan yang aku kirim ini adalah tulisan yang mba pernah tugasin ke aku, dulu gerutu tapi sekarang seneng hehehe. makasih ya mba. i love you"
"Alhamdulillah, terusin nulismu ya. jangan berhenti yo. kalau punya karya baru langsung kirim ke email mba ya kesini ******@yahoo.com. semangat adek sayang"
(kurang lebih seperti itu percakapannya, coz lupa udah lama)
Kemudian saya berusaha untuk bisa nulis padahal gak bisa hehehe. Satu tulisan yang saya hasilkan kemudian saya kirim ke email sang guru dan saya ngerasa itu tulisan bener-bener konyol dan memalukan hahaha bodoamat ah yang penting nulis ^^ kocak
Nah, itulah sepenggal cerita konyol saya kenapa pada akhirnya saya jadi kecanduan sama nulis dan yang lebih penting lagi beliau (sang guru) menjadi salah satu inspire bagi saya hingga saat ini. Meski sudah 6 tahun tak berjumpa lagi tapi entah kenapa namanya terus melekat dihati saya dan menjadi motivasi tersendiri untuk hidup saya padahal beliau tidak berbuat apa-apa tapi woowww beliau orang yang super hebat amazing for my life!!
Hari demi hari saya berusaha untuk bisa nulis dan belajar bagaimana harus menulis tapi itu semua tidak saya temukan, sepertinya tidak ada resep yang lebih hebat kecuali dengan menulis sekarang juga.. ya ini resep andalan saya "dengan menulis sekarang juga" mau itu jelek tulisannya, mau itu acak kadul, mau itu konyol, mau itu curhatan semua yang penting nulis sekarang juga!! hehehe. Kemudian yang lebih nekadnya lagi, saya mendaftarkan tulisan-tulisan saya ini ke beberapa perlombaan baik itu online maupun offline (loh?), hahaha pede banget padahal saingannya keren-keren. Tapi gapapalah yang penting mau belajar dan mencoba kalau takut-takut terus kapan bisa menghasilkan karya besar, iya gak? iya doonggsss.. Meskipun hasilnya ada yang pahit karena sering kalah tapi tak kalah penting ada juga yang manisnya, hehehe dibeberapa perlombaan ternyata tulisan saya dilirik oleh dewan juri yang baik hati dan dinyatakan sebagai pemenang horeeee (mungkin ketika menilai tulisan saya, matanya lagi sakit kali yak ^^) *guling-guling *sujudsyukur *Alhamdulillah..
Perjuangan gak berhenti sampai disini, tapi saya berusaha untuk kembali menyalurkan semangat menulis walau kadang-kadang stuck dan bingung mau nulis apa makanya kalo ditelusuri ini isi blognya curhat semuaaa.. Pernah beberapa bulan saya stuck sama sekali tidak menulis, hayoo kenapa? karena ide menulis saya dicuri oleh si skripsi hehehe ya, saya harus fokus ke skripsi saya yang notabenenya gak jauh-jauh dari tulis menulis juga cuman ada beberapa perbedaan sih ya. Dan Alhamdulillah sekarang udah lulus dan mendapat gelar S.Pd jadinya bisa nulis lagi deh ^^.
Di Blog ini saya mencurahkan isi hati dengan kata, meskipun sulit untuk dipahami maknanya tapi begitulah tulisan saya. Semoga saya terus diberi kesempatan untuk terus berkarya, meski tidak bisa berkarya untuk banyak orang tapi setidaknya saya bisa berkarya untuk hidup saya sendiri dan memenuhi hasrat menulis yang ada pada diri saya..
So, buat temen-temen yang masih pada takut untuk nulis jangan pernah nyerah untuk menulis dan effeknya pasti kalian bisa terus kecanduan seperti saya..
Buat temen-temen blogger yang karyanya luar biasa menjadi semangat juga untuk saya..
Oya, saya belum kenalin ya siapa yang menjadi inspire nulis saya yang tadi saya ceritain diatas. hhmmm namanya Diah P Utami, saat ini sudah menjadi istri dari seorang fotografer, dan menjadi penulis lepas serta penulis skenario film, memiliki wajah yang cantik dan juga cerdas..sempurnaa.. kereen yaaa aaaaaaahhh jadi kangen kan..
![]() |
| mba tami yang posisinya didepan ya hehehe cantik yaaa |
Sekian Sekilas Inpoh
-Liawati Anakumi-
Label: almasyuq , hobi , inspire , liawati anakumi , menulis
Cinta?
Cinta?
What do you think about cinta?
Siapa tak kenal cinta?
Siapa tak merasakan cinta?
Siapa takut dengan cinta?
Rasa-rasanya kata cinta sering sekali dirasakan oleh banyak orang, mungkin saja dirasakan oleh kamu, dia, aku, ataupun mereka. Bisa juga dirasakan oleh anak-anak, remaja, bahkan dewasa..
Terangkai hanya dalam 5 huruf sederahana yaitu c.i.n.t.a tapi maknanya luar biasa..
Cinta satu kata penuh makna, memiliki arti mendalam bagi orang-orang yang pernah bangun cinta (upss bukan jatuh cinta loh yaa ^_^ ). Siapapun orangnya pasti pernah merasakan getaran-getaran cinta dan dimanapun ia tinggal pasti pernah merasakan aroma cinta. Mustahil jika cinta tak pernah dirasakan, karena memang sejatinya cinta itu ada..
Cinta memang sebuah fitrah yang Tuhan anugerahkan untuk setiap hambaNya, menyusup ke tempat terdalam yang bernama hati kemudian bersemayam indah beraromakan mawar.. Wujudnya tak terlihat tapi rasanya begitu melekat..
Cinta bukan sesuatu yang buruk ataupun kotor, para pencintanyalah (orang) yang terkadang membuat cinta itu menjadi rusak..
Cinta itu suci maka harus dijaga pula kesuciannya,
Cinta itu anugerah maka harus disyukuri kedatangannya,
Cinta itu adalah kekuatan maka harus disimpan rapi agar tak mudah rapuh..
Karena kita hidup dipenuhi oleh ribuan bahkan jutaan cinta, bersyukurlah karena Allah masih memberikan kesempatan pada kita semua untuj merasakan bagaimana mencintai dan dicintai..
Bumi Allah, dibawah teriknya sinar matahari.. Mei 2012
-Liawati Anakumi-
Adakah yang mendoakan saya?
Saat ini tepat pukul 23:45 , 15 menit lagi waktu menunjukan pukul 00:00. Rasanya sepi banget, hanya terdengar suara jangkrik yang mengikik dan sepoi angin yang mendesir..
Entah kenapa malam ini saya teringat dengan orang-orang yang lebih dahulu menghadap Sang Khaliq. Ketika membuka salah satu account di facebook yang pemiliknya sudah tiada, ternyata subhanallah Doa masih terus mengalir di wall beliau. Padahal jika terhitung, beliau meninggal sudah hampir setahun yang lalu..
Sangat terasa sekali doa-doa tulus yang mereka lantunkan untuk almarhumah. Bukan karena tuntutan dari keluarga almarhumah untuk terus mendoakan beliau tapi memang karena kecintaan mereka pada beliau, karena beliau termasuk orang yang luar biasa, karena beliau sosok yang tangguh dan baik hati.. Saya sangat yakin ada ribuan orang disana yang mendoakan, termasuk saya..
Kemudian saya berfikir dan bertanya-tanya dalam hati
"apakah nanti ketika saya tutup usia, adakah yang mendoakan saya?"
"berapa banyak keluarga, teman, saudara yang mengantarkan jenazah saya hingga keliang kubur?"
Memang benar ternyata ketika kita dalam kondisi yang rapuh, salah satu obatnya adalah mengingat kematian.. Pun, kematian bukan hal yang tabuh untuk dibicarakan, para sahabat Rasulullahpun ketika kondisinya melemah mereka akan ingat kematian untuk mencharger kembali semangat yang luntur..
Allah mengtakdirkan saya untuk mengingat Almarhumah, sehingga saya mengingat kembali tentang kematian yang entah kapan tibanya. Hanya Dia yang tahu hidup dan mati HambaNya..
Semoga selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri..
-Liawati Anakumi-

