Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu

Atas wujud lain sebuah keindahan, muncul dengan nama Kebahagiaan..

Segores Asa

samudera bergelombang dalam kehidupan
bukan mundur dan menghindar
tapi majulah tantang badai..

jiwa,
rajut dan tanam asa ditempat terdalam yang bernama hati
pasrahkan pada Sang Maha Pemberi
biar ia bertaut dalam kesabaran
biar ia bertaut dalam kesejatian
biar ia bertaut dalam ketegaran..

jiwa,
aku sadar betul perbedaan sudah mengakar
tapi tak berarti bagiku
tapi tak aku perdulikan
karena aku yakin perbedaan adalah warna dalam hidup
karena aku yakin perbedaan adalah penguji kedewasaan..

jiwa,
tancap dalam hati
akan tetap maju dengan segala pengorbanan?
ataukah
akan tetap mundur dengan rasa kesakitan yang menyiksa?

Bumi Allah,
AL Masyuq - LiAnakumi

Sepenggal Kesan Lomba Menulis

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam..

Tiada kalimat yang bisa saya ucapkan selain Hamdallah untuk menggambarkan suasana hati saya yang begitu senang dan gembira. Saya akan bercerita dari awal tentang kebahagiaan ini, semoga bagi yang membaca tulisan saya ini tidak pernah bosan.. ^_^

Sejak lulus dari SMA, saya sangat menyukai dunia menulis sejak itu pulalah saya berusaha untuk bisa menulis walau hanya sekedar mencurahkan isi hati. Bagi saya menulis adalah bagian dari sisi kehidupan agar kita lebih memaknai isi dunia..

oke langsung aja ke inti cerita, hhmm karena hobi didunia nulis dan blogging, saya sering banget searching di internet terkait lomba menulis online. Di awal juni saya coba-coba searching lomba menulis online, nah saat itu yang keluar banyak banget, tapi saya coba buka salah satu, ternyata yang kebuka adalah lomba menulis online mengenai HAM dan Hukum bersama penyelenggara http://www.aboebakar.com. Awalnya saya ragu untuk ikut lomba ini karena saya fikir ini lomba terlalu berat ranahnya dunia hukum, secara saya bukan anak hukum tapi hanya mahasiswa yang kuliah di jurusan Bimbingan dan Konseling UNJ. Tapi entah mengapa saya malah buka word kemudian saya coba tulis terkait tema yang ditentukan, nah loh kok jadi kaya ada yang ngegerakin untuk ikut. setelah beberapa jam saya buat tulisan tersebut, dipikiran saya mulai perang lagi, "kirim ga ya, kirim ga ya", akhirnya dengan Basmallah saya niatkan untuk kirim, toh menang atau kalah itu bukan menjadi tujuan yang terpenting adalah berani mencoba. betul?? Akhirnya saya kirim juga tulisan tersebut via email yang sudah ditentukan oleh panitia, begitupun saya juga mencoba mengikuti persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan. Akhirnya saya tuntaskan juga tulisannya dan semakin lega hati saya karena sudah mencoba..

Kata panitia lomba ini akan diumumkan di pertengahan Juli, tibalah saatnya bulan Juli, nah saya coba buka-buka kembali website tersebut tapi belum ada pengumuman apa-apa. Saya fikir belum rezeki kali, belum ada kabar apapun. Sekitar tanggal 19 Juli pukul 01.00 malam pulang ngajar, saya iseng buka-buka twitter penyelenggara yaitu dan ternyata ditwitter tersebut tertulis status Selamat untuk Pemenang Lomba Menulis Online. setelah itu saya klik alamat websitenya ternyata benar sudah ada pengumuman pemenang, dengan mata saya pejamkan sedikit dan pelan-pelan kursor laptop saya turunkan dalam hati bertanya-tanya "siapa ya yang menang, hhmm". Saya buka mata saya dan berkata Bismillah, huaahhh ternyata itu ada nama saya tercantum di websitenya dengan tulisan Liawati, Depok Jawa Barat, ini liawati saya atau bukan ya ucap saya dalam hati, akhirnya saya lihat judul tulisannya ehh ternyata yang tercantum adalah judul tulisan saya yaitu "Generasi Penerus Bergerak bukan diam untuk Hukum dan Ham Indonesia" wahhh rasanya kaget bukan main, saya sampai deg-degan. Akhirnya saya berteriak Alhamdulillah ya Allah dan tak henti-hentinya malam itu saya sujud syukur dan menangis, hhee sedikit lebay ya tapi itu ekspresi rasa gembira saya. Orangtua dan keluargapun ikut senang dan bahagia, terutama ketika ibu saya berkata "ternyata anak umi hebat", huahh seneng rasanya. Setelah itu saya coba kirimkan data saya ke email panitia karena diminta bagi pemenang untuk menghubungi panitia via email, setelah saya mengkonfirmasi kepanitia sampai 3 kali ngemail,hhee.

Sambil menunggu konfirmasi dari panitia, sebenernya saya deg-degan ini kenyataan ga yaa. Alhamdulillah tanggal 21 Juli saya ditelpon oleh panitia penyelenggara yang intinya saya diminta untuk datang ke DPR. huaahhh tambah senang saya bertemu dengan orang-orang hebat pastinya di DPR. Akhirnya saya datang hari jumat sekitar pukul 10.00, karena pagi jam 07.15 saya harus kerja dan saya memberanikan diri untuk izin ke kepala sekolah, sempet khawatir ga diizinin tapi akhirnya respon kepala sekolah berbeda dengan apa yang saya fikirkan, kepala sekolah malah mensupport saya untuk cepet-cepet datang ke DPR, sayapun tersenyum lebar dan berkata dalam hati "Alhamdulillah". menuju DPR sebenernya saya ga tau letaknya, maklum kalo aksi mahasiswa saya ikutnya selalu yang di Monas bukan di DPR/MPR. Akhirnya ayah saya mau mengantarkan saya sampai tempat tujuan, waahh saya tambah senang lagi..

Tibalah saya di gedung DPR Tepatnya di Wisma Nusantara lantai 3, saya melakukan berbagai pemeriksaan dari petugas walau sempat di suruh tunggu oleh petugas karena belum ada konfirmasi. Akhirnya saya sampai dilantai 3 ruangan pak Aboebakar, saya sempet deg-degan dan nervous cuy. sampai didalam ruangan saya bertemu panitia, yaitu pak boy. sambil menunggu, kami sempat berbincang-bincang, saya jadi tambah wawasan, yang menarik lagi adalah ketika saya ditanya "suka ngeblog ya?" tanpa pikir panjang sayapun langsung menjawab "iya pak, saya suka ngeblog" "nanti kalo ada lowongan staff humas di DPD saya kabari" kata pak boy, "dalam hati saya senang banget dan menjawab iya pak makasih banyak". seneng seneng seneng.. #lebay dikit.

setelah ngobrol panjang lebar dengan pak boy, akhirnya saya bertemu juga dengan habib aboebakar (habib panggilan untuk pak aboebakar), huaahh deg-degan juga ketika tatap muka dengan beliau (pelayan rakyat di DPR Komisi III) apalagi ketika habib mengucapkan selamat kepada saya, hhmm rasanya saya ga nyangka bisa berdiri bersama beliau. setelah itu saya dipersilahkan duduk dan kemudian kita ngobrol-ngobrol bareng habib dan pak boy sambil menunggu pak dedi (salah satu panitia juga). obrolan yang luar biasa, saya dapat ilmu dan motivasi dari beliau sehingga saya semakin semangat untuk berkarya dan menulis. terutama ketika beliau berkata "latih terus menulisnya, ini tulisan kamu bisa jadi saran buat pihak-pihak yang terkait" . huahh bener-bener subhanallah luar biasa. ketika kami ngobrolpun subhanallah sangat ramahnya beliau begitupun panitia juga sangat ramah dan baik, sehingga saya tidak begitu canggung ketika ngobrol. Tiba-tiba saya dikasih kartu nama + no.HP + tanda tangan beliau, luar biasa deh pokoknya. setelah kami ngobrol-ngobrol, akhirnya langsung masuk ke proses dokumentasi, pertama kali di foto itu dengan pose penyerahan hadiah, huahh seneng banget dapet Iphone 4, apalagi waktu panitia tanya mau diapain Iphonenya, saya bilang mau dipake dan ga dijual,hhee. Dalam ruanganpun tidak kaku, saya benar-benar senang, ada canda, obrolan, dan sebagainya. setelah foto-foto dengan habib kemudian kami foto dengan panitia sebagai dokumentasi. hhmm rasanya saya tidak percaya bisa berdiri bareng dengan orang-orang hebat seperti mereka. Foto  dengan beberapa gaya yang tentunya dengan senyum ceria dan tidak kaku, setelah itu saya ditanya-tanya tentang proses informasi terkait lomba ini, tentang tulisan saya, bagaimana proses penjurian dan sebagainya. yang gak kalah penting ternyata habib orang Depok juga baru tau saya, hhee.

Dalam ruangan banyak informasi, semangat, dan harapan yang saya dapatkan, ini semua pembelajaran dan moment yang ga mungkin bisa saya lupakan. ini bagian dari hidup saya yang nantinya akan saya ceritakan pada anak cucu saya hingga bisa menjadi inspirasi untuk mereka.

akhirnya saya pamitan untuk pulang karena habib juga harus rapat lagi, keluar pintu saya pamitan dengan panitia dan berterima kasih. Diluar menuju lift ternyata saya bertemu lagi dengan habib, kita ngobrol sambil menunggu lift, satu yang membuat saya senang adalah ketika habib berkata "nanti kalau ada apa-apa atau ada yang ingin ditanyakan sms atau hunbungin saya aja, terkait dengan tulis menulis" huahhh sebegitu welcomenya beliau, terima kasih habib..

Saya atas nama Liawati Anakumi merasa sangat berterima kasih kepada Tuhan yang Maha Pengatur Skenario Terbaik yaitu Allah, kepada Habib Aboebakar yang saat ini menjadi inspirasi untuk saya, kepada panitia (pak boy dan pak dedi, terus panitianya siapa lagi ya?) yang sudah menyeleksi tulisan-tulisan satu persatu, kepada orangtua saya yang luar biasa atas doanya, kepada adik dan kakak saya atas supportnya, kepada keluarga/sodara2 saya, kepada sahabat-sahabat dan teman-teman saya yang selalu mendukung saya dalam menulis, kepada inspirator kehidupan saya yang tak hentinya singgah dalam kehidupan saya, kepada Murobbi, kepada Tarbiyah tentunya, kepada jingga yang menoreh senja dan kepada semua pihak yang terkait. I love you..

Menulis adalah bagian dari sisi kehidupan, dengan menulis rasanya kondisi hati saya menjadi lebih lega walau hanya satu aksara. ini adalah proses pembelajaran, langkah saya tidak akan pernah berhenti disini, ini adalah awal dari segalanya.

Bumi Allah, Juli 2011

Anakumi - Almasyuq

Menuju Kemenangan Dakwah Kampus

Dakwah kampus memang memiliki kekhasannya sendiri dari dakwah-dakwah pada segmen lainnya. Ia identik dengan idealisme, semangat, dan jiwa muda. Dakwah kampus juga menjadi basis penyuplai kader. Dari dakwah kampus lahirlah kader-kader yang kemudian menjadi tulang punggung dakwah. Banyak qiyadah yang dihasilkan dari sana. Tidak salah jika kemudian dakwah kampus disebut sebagai primadona.

Buku Menuju Kemenangan Dakwah Kampus  ini mengajak kita untuk menggapai kemenangan dakwah kampus dalam maknanya yang lebih luas. Yakni kemenangan dakwah kampus yang secara fisik terwujud dalam dua hal besar, yaitu terwujudnya masyarakat kampus madani sejahtera dan terciptanya pemerintahan kampus yang adil dan berdaulat. Masyarakat kampus madani yang dimaksud di sini adalah masyarakat kampus yang hidup dalam nilai-nilai Islam. Sementara pemerintahan kampus yang berdaulat berarti pemerintahan kampus yang menerapkan nilai-nilai Islam dengan identitas demokratis-aspiratif, kreatif dan berdaya, yang melekat padanya. Pemerintahan kampus di sini bukan sebatas pemerintahan mahasiswa, tetapi juga birokrasi kampusnya.

Untuk mencapai kemenangan dakwah kampus ini, diperlukan enam kerangka strategis yang merupakan format dakwah kampus masa depan: dakwah prestatif, creative majority, dakwah kaya, ketokohan sosial, kepemimpinan sejati, dan maskimalisasi peran mujahidah dakwah kampus.

Dakwah prestatif artinya dakwah kampus harus menjadi rahim bagi karya-karya besar. Dakwah kampus harus menjadi basis prestasi. Creative Majority berarti dakwah kampus harus memiliki kapabilitas dalam dua hal sekaligus; kualitas dan kuantitas. Kadernya banyak dan tangguh. Berawal dari kader-kader yang kreatif, inovatif, dan pandai berstrategi.

Dakwah Kaya maksudnya dakwah kampus menjadi benar-benar kaya dalam 10 hal: kaya hati, kaya akhlak, kaya ilmu, kaya materi, kaya kader, kaya visi dan cita-cita, kaya ide dan gagasan, kaya strategi dan rekayasa, kaya hubungan dan jaringan, serta kaya amal.

Ketokohan sosial dalam konteks menuju kemenangan dakwah kampus berarti menabur kiprah terbaik (KT) di tengah-tengah umat sekaligus membangun kepercayaan atau pengakuan umat terhadap kapasitas DK (Kp). Ketokohan Sosial (KS) menjadi semakin besar saat KT dan Kp meningkat nilainya.

Kepemimpinan Sejati artinya DK harus melahirkan para pemimpin sejak di dunia kampus yang efektif dan kuat.

Maksimalisasi Kiprah Mujahidah DK. Hampir semua LDK telah memiliki departemen keputrian atau sejenisnya. Yang diperlukan adalah bagaimana memaksimalkan para mujahidah dakwah kampus ini sehingga dakwah kepada muslimah yang jumlahnya lebih besar menjadi efektif.

Enam kerangka strategis dakwah kampus ini bisa dicapai dengan terlebih dahulu melakukan perbaikan internal dakwah kampus melalui dua tahap, yaitu

Tahap I bersifat umum yang harus dilaksanakan pada sluruh cakupan dan tataran. Yakni meliputi: kembali kepada ashalah dakwah kampus, menghapus trauma persepsi, dan berkomitmen dengan sikap terbaik.

Tahap II berada pada tataran kebijakan, bersifat khusus, dan dilaksanakan oleh qiyadah. Ia terdiri atas; membuka kran komunikasi dan informasi serta memunculkan kepemimpinan baru.   

.::dari aku untuk jiwaku::.

Dear Anakumi

Assalamualaykum.. 

hai jiwa apa kabar?
aku berharap kamu dalam kondisi yang baik, hhmm tapi sepertinya aku mencium sesuatu yang terjadi pada dirimu, maklum aku adalah duplikatmu, ya jangan heran jika pada akhirnya aku mengetahui kondisi yang sedang kamu rasa saat ini.. ada apa jiwa? ada apa jiwa? ada apa jiwa?
jujurlah padaku, belajar untuk jujur dan terbuka pada diri sendiri, jangan kau simpan hingga menjadi tumpukan-tumpukan yang memberatkanmu, percuma!!! itu semua seperti sampah yang terus kau timbun, menjadi sarang penyakit untuk dirimu sendiri!! bangkit jiwa!! bangkit jiwa!!!!
jiwa sadarilah, hidup ini tidak sendiri, banyak orang yang menyayangimu, lihat di sekitarmu, mereka selalu menantimu untuk bercerita, tapi sampai saat ini belum ada sepatah katapun yang terlontar dari bibirmu sebagai pernyataan bahwa dirimu mau berbagi cerita.. kamu sadar itu jiwa?
aku berharap kamu mau belajar untuk berbagi masalahmu..

jiwa..
di akhir pekan ini aku melihat binar matamu yang berkaca, ada apa sebenarnya? jangan kau tahan, jangan kau bendung, tumpahkan saja, biar air mata itu menjadi obat untuk hatimu, bukan karena kamu cengeng atau bukan karena kamu lemah, tidak sama sekali!!!

jiwa..
aku tau, pikiranmu saat ini kosong dan tidak fokus, betulkan? tentunya kali ini aku tidak salah menebak karena sekali lagi aku katakan bahwa aku adalah bagian dari hidupmu.. terlalu banyak yang kamu fikirkan padahal seharusnya itu semua belum menjadi tanggung jawabmu untuk saat ini dan belum menjadi sesuatu yang wajib kamu pikirkan, hhmm aku tau aku tau aku tau jiwa, apa semua yang kamu lakukan karena cinta? karena kecintaanmu pada mereka? kau lebih baik memilih sakit karena ini semua?

jiwa..
aku berharap langkah kakiMu tidak jauh dari Sang Pencipta, semoga kamu selalu mendapatkan dekapan erat dariNya.. ingat jiwa, rencanaNya suatu hari nanti pasti akan indah untukmu, percayalah, Dia Maha melihat dan tidak pernah tidur, teruslah kamu memohon padaNya..

jiwa..
kerinduanku pada semangatmu membuat aku ikut menangis, tetaplah berdiri kokoh walau badai didepan matamu.. karena aku selalu ada untuk hidupmu..
sampai jumpa jiwa, kapan-kapan aku akan menyapamu kembali..
salam untuk orang-orang yang ada di sampingmu..

Wassalamualaykum..

Awal Juli, di Bumi Allah
Aku yang menyayanngimu

Liawati


Anakumi - AL Masyuq

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

menurut anda apakah blog ini bermanfaat?

Blog Writing Competition 2015

Blog Writing Competition 2015

Blog Writing Competition 2015
Kompetisi Blog Summarecon

Pojok Pulsa

Lomba Blog Pojok Pulsa 2015

Smartfren 4G LTE Advanced

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Search

"Liawati Anakumi"

Foto saya
Depok, Jawa Barat, Indonesia
seorang anak yang dibesarkan oleh orangtua yang luar biasa, memiliki cita-cita menjadi sholehah, berusaha menjadi diriku dengan segala kekuranganku dan menjadi diriku dengan segala kelebihanku, pembelajar yang terus mau belajar.. sanguinis dan plegmatis personal.. bagiku sastra adalah bagian dari kehidupan, dengan satu aksara aku bisa menjadi lebih memaknai dunia.. Teacher senior high

My Life

Bukan manusia yang sempurna, tapi berusaha menjadi yang terbaik diantara yang terbaik..

Sangat ingin menggeluti profesi dibidang pendidikan menjadi seorang guru dan konselor yang bermanfaat untuk orang lain dan menjadi pendengar yang baik..

Sangat ingin menggeluti profesi dibidang sastra menulis dan membaca, karena dengan menulis dan membaca dapat merubah dan menaklukan dunia dan isinya..

Memiliki impian yang mustahil terwujud menjadi seorang wartawan (hihiii)..


Special Word

"Ketika Cinta belum dipertemukan biarkanlah cinta berekspresi menjadi sebuah keshalehan"

"maka Nikmat Tuhan yang manakah yang dapat aku dustakan?"

"semua akan indah pada waktuNya"

ya Muhaimin

AL Masyuq


liawatianakumi. Diberdayakan oleh Blogger.