Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu

Atas wujud lain sebuah keindahan, muncul dengan nama Kebahagiaan..

Usah Lara Sendiri

Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu,
Tak terbiasa kudapati terdiam mendura,
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu,
Sekilas galau mata ingin berbagi cerita

Kudatang sahabat bagi jiwa saat bathin merintih,
Usah kau lara sendiri masih ada asa tersisa

Letakkanlah tanganmu di atas bahuku,
Biar terbagi beban itu dan tegar dirimu,
Di depan samar cahya kecil tuk memandu,
Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya

Sekali sempat kau mengeluh kuatkah bertahan,
Satu persatu jalinan kawan berajak menjauh,

Kudatang sahabat bagi jiwa saat bathin merintih,
Usah kau lara sendiri masih ada asa tersisa

Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya,
Usah kau simpan lara sendiri..

-----------
Untukmu jiwa-jiwa yang dipenuhi kerinduan.
Love to the fullest..

Katon Bagaskara

Bumi Allah,
Liawati Anakumi

Dinamika Hidup

Hidup adalah dinamika, tentu setiap jalan pasti penuh warna namun bagaimana kita menyikapi setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita..

Terkadang memang dalam hidup, kita harus belajar menangis karena dengan menangis kita bisa tahu sungguh berartinya setiap tetes air mata yang dikeluarkan..

Terkadang pula kita harus merasakan kehilangan, karenanya kita akan tahu betapa berharganya kehadiran seseorang dalam kehidupan kita..

Terkadang rasa kesulitan dalam hidup akan mengajarkan kita tentang arti setetes keringat yang kita perjuangkan untuk mempertahankan hidup..

Tentu terkadang rasa sakit perlu kita rasakan agar kita bersyukur ketika berada dalam kondisi sehat..

Lagi-lagi setiap tetes air mata, kehilangan, kesulitan, dan rasa sakit merupakan proses yang membuat kita bisa memaknai setiap detak nafas yang kita keluarkan. Kita punya rencana, namun rencana Allah jauh lebih indah..

Maka, syukuri setiap apa yang kita rasakan karena dengan itu kita belajar tentang arti syukur dan kedewasaan..

Thanks to Allah,

Bumi Allah,
Liawati Anakumi

Skenario Allah

Karena duka dan sakit bukanlah keabadian, maka ia bisa menjelma menjadi sebuah kebahagiaan.

Relakan, ikhlaskan, hadapi setiap peluh dengan senyuman karena senyuman pembangkit semangat dan penentram kehidupan..

Maka yakinlah, suatu hari nanti pasti akan indah pada waktuNya. Ya, waktu yang telah Allah janjikan. Bukankah ditengah pekatnya awan hitam pasti akan ada pelangi yang siap untuk menyapa? Tentu saja!! Tinggal bagaimana kita bersabar menanti skenario terbaikNya *bersyukur*

Lalu nikmat Tuhanku yang manakah yang dapat aku dustakan?

Bumi Allah,
Liawati Anakumi

You Are My Sunshine


 



You are my sunshine,
You are my sunshine,
And you are my sunshine..





Tentu jika berbicara tentang “sunshine” yang terlintas dalam benak saya adalah  tentang murid-murid saya, bukan tentang hal-hal yang lain ^^. Ya, tentang mereka yang sangat amat saya banggakan. Karena bagi saya, menjadi guru bukanlah sekedar profesi semata tapi memang menjadi guru adalah bagian dari pilihan hidup yang saya tempuh.

Enywey,  jika didefinisikan,  kata “sunshine” artinya cahaya matahari, tentu kita tahu bahwa setiap manusia tidak akan pernah bisa terlepas dari cahaya matahari, karenanya cahaya matahari adalah bagian dari kehidupan manusia. Maka begitupun dengan saya, saya berfikir bahwa murid-murid saya adalah bagian dari kehidupan saya atau bahasa gaulnya part of my life ^^ oleh sebab itu saya memanggil mereka dengan istilah “sunshine”. Apapun yang sedang mereka rasakan, saya berusaha untuk bisa ikut dengan apa yang mereka rasakan atau istilah psikologinya adalah empati, mungkin bagi sebagian orang terlihat sangat berlebihan tapi beginilah saya, ini alamiah saya rasakan -___-.

Tawa, canda, bahagia, suka, duka, lelah, dan  tangisan   mereka membuat saya banyak berfikir. Ya, saya berfikir tentang arti hidup ini. Mungkin selama ini sebagian orang masih beranggapan bahwa gurulah yang memberi pelajaran kepada muridnya tapi ini berbeda dengan apa yang saya rasakan. Tanpa mereka sadari, justru saya yang lebih banyak belajar dari pengalaman hidup mereka. Saya belajar bagaimana menjadi orang yang bisa menghargai orang lain, saya belajar menjadi orang yang bertahan hidup dengan segala kondisi, saya belajar tentang bagaimana mengambil keputusan, saya belajar tentang arti syukur, saya belajar tentang arti kesabaran, saya belajar tentang keikhlasan, saya belajar bagaimana harus bersikap tenang dalam menghadapi masalah, saya belajar bagaimana harus memberikan kasih sayang dan cinta, dan  masih banyak lagi hal-hal yang saya dapatkan dari mereka. Mungkin jika ditulis dalam lembaran buku, tidak akan pernah cukup!!.

Dan satu hal yang penting yang ingin saya katakan adalah saya bersyukur bisa dipertemukan dengan mereka “sunshine”, terima kasih atas kesempatan ini ya Allah. Tentu pertemuanku dengan mereka semua karena atas izinMu.

Saya merasakan bagaimana bahagianya menjadi seorang guru,
Tulisan ini didedikasikan khususnya untuk mereka yang telah percaya kepada saya untuk berbagi cerita hidupnya dan umumnya untuk seluruh murid-murid saya.

Saya berusaha untuk bisa menjadi guru, sahabat, dan kakak untuk mereka, bagaimanapun kondisinya membuat mereka nyaman senyaman-nyamannya ^^. So, proud of you.
Terimakasih atas pembelajaran ini.

Love you,
Gurumu, Liawati Anakumi.

Cinta dalam Diam

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam..

Cinta adalah sebuah fitrah yang Allah semaikan dalam hati setiap insan, karena cinta adalah sebuah kekuatan. Berbicara tentang cinta tentu banyak makna, ada orang-orang yang mengungkapkan cintanya untuk saling menjaga, ada pula yang cukup dirasakan didalam hati saja. ya, ini yang akan sedikit saya bahas ^^. Sebuah goresan makna tentang Cinta dalam diam, ya cinta dalam diam adalah sebuah keniscayaan, karena akan mensucikan kemuliaan diri dan hati.. Berusaha menjaganya hingga waktunya tiba, tanpa kata dan hanya diam dalam doa.

Enywey, Blogger masih ingat dengan kisah Ali dan Fatimah?
yang keduanya sama-sama menjaga perasaan yang mereka rasakan dalam diam, yang keduanya sama-sama diam memendam cinta, namun ternyata berakhir bahagia. Allah menyatukan hati mereka dalam ikatan suci yang barakah. Tentu semua itu atas Izin Allah, maka dengan begitu saya semakin merasa yakin bahwa Allah tidak akan pernah memutuskan harapan setiap hambaNya, itu yang harus diyakini kuat-kuat ^^. Sepakat??!!

Terkadang dalam sebuah diam, mengandung sebuah kekuatan..
Dalam sebuah diam, mengandung harapan..
Dan dalam sebuah diam mengandung doa yang senantiasa ikhlas dipanjatkan..

Kemudian kekuatan, harapan, dan doa ikhlas yang dipanjatkan menjadi sebuah kenyataan yang Allah wujudkan dalam kehidupan. Menjadi energi tersendiri untuk bergerak.. ya, karena Allah lah yang menggerakan semuanya.

Biarkan ia tetap diam sampai waktunya tiba, namun jika tak tersampaikan dan takdir berkata lain biarkan cinta itu berada disudut hati dan menjadi rahasia antara si-pemilik hati dengan Tuhan, maka harus diyakini kuat-kuat bahwa Allah telah menggantikan dengan yang jauh lebih indah dan lebih tepat..

Segores catatan tanpa makna, end.............

Bumi Allah,
Liawati Anakumi

Bagian Hidup

Ketika hati tak bisa berkata,
Ketika mata sulit menatap,
Ketika kebekuan datang sekejap mata,
maka tak terhindarkan lagi bahwa rasa senang, sedih, sakit bahkan lelah adalah bagian hidup kita,
Ini dinamika yang menguji kedewasaan setiap manusia,
Kesabaran dan keikhlasan adalah kunci ketenangan jiwa dan kesuksesan hati.

Allah lah yang Maha mengetahui kapasitas diri kita, Ia hadir menyusup dan menenangkan jiwa kemudian menguji agar kita terus menjadi manusia yang pandai bersyukur..

Liawati Anakumi

Jingga

Ada rencana untuk menuliskan sebuah kisah yang amat unik ini. Kisah yang menggetarkan jantungku, kisah yang membuat rongga paru-paruku sesak bernafas.. Hhmmm

Ini kisah tentang manis dan perihnya sebuah perjuangan. Perjuangan mempertahankan sesuatu yang ku sebut dengan "jingga". Bertahun-tahun rasanya semua mekar indah ditempat terdalam yang bernama hati, membuat rona dan mewangi. Ku biarkan tumbuh bak mawar berduri, karena ku yakin akan indah pada saat yang dinanti..

Aku selalu teringat dengan sebuah impian yang sama-sama kita bangun, sebuah janji yang sama-sama kita semai, dan sebuah asa yang sama-sama kita rasa.. Dan saat ini, semuanya tersimpan rapi dan kuikat dalam tempat terdalam di kehidupanku. Suatu saat nanti akan kubuka ikatan itu, walau akan berakhir duka ataupun bahagia. Biar ku tunggu waktu yang tepat, jingga.

(To be continue)

Bumi Allah,
Liawati Anakumi

Hati dan Jiwa

Ini tentang hati,
yang bertaut untuk saling memahami..
Ini tentang hati,
Yang bertaut untuk saling menghargai..
Ini tentang hati,
Yang bertaut untuk saling berbagi..
Ini tentang hati,
Yang bertaut untuk saling memberi..
Ini tentang hati,
Yang bertaut untuk saling melengkapi..
Dan Ini tentang hati,
Yang bertaut untuk saling menyayangi..

Ini tentang jiwa,
Yang berbicara tentang cinta..
Dan Ini tentang jiwa,
Yang berbicara tentang rasa..

Ini tentang hati dan jiwa,
Setiap rasa yang kita punya
Biarkan mengalir apa adanya
Indah..
Indah..
Bahkan menjadi lebih sempurna..

Allah,
Kutitip padaMu segala apa yang ada dalam hati dan jiwaku..
Biarkan Engkau yang mengatur skenario dan rencana indahMu..


Bumi Allah,
Liawati Anakumi

Cara Sederhana namun Melahirkan Bahagia


Anak adalah karunia terbesar yang Allah berikan kepada setiap manusia yang sudah berumah tangga, karena kehadiran anak menjadi pelengkap hidup, penerus keturunan, penentram jiwa, dan pencipta bahagia. Jika kita ingin melakukan sesuatu tentu semua harus ada persiapan dan perencanaan begitupun halnya dalam mendidik anak. Alangkah indahnya jika persiapan menjadi modal utama dalam mendidik karena sesuatu yang dijalankan tanpa persiapan maka hasilnya akan nihil atau tidak sesuai harapan. Kesiapan dari berbagai sisi juga perlu diperhatikan misalnya dalam hal materi, fisik, mental, dan spiritual.

Keluarga merupakan sumber inspirasi pertama yang akan membentuk kepribadian anak. Dikeluarga anak belajar bagaimana berkomunikasi, dikeluarga anak belajar tentang nilai-nilai agama, dikeluarga anak belajar bagaiamana bersosialisasi, dikeluarga anak belajar bagaiamana cara menghormati dan menghargai, dikeluarga anak belajar memahami, dikeluarga anak belajar berbagi, dan mungkin masih banyak hal lain yang dapat anak pelajari didalam keluarganya. Namun, kenyataannya fenomena yang terjadi saat ini anak tidak mendapatkan sepenuhnya pembelajaran itu dirumah. Jangan salahkan anak jika suatu hari nanti ketika mereka mulai menjajaki masa remajanya, mereka akan mencari sesuatu yang lebih nyaman diluar, jangan salahkan anak jika mereka mencari perhatian diluar, dan jangan salahkan anak jika kepribadian dan perilaku mereka terbentuk tidak sesuai dengan harapan orangtua. Produk anak merupakan produk yang dibentuk oleh orangtua, meskipun lingkungan mempengaruhi tapi kekuatan terbesar yang membentuk kepribadian anak ada pada orangtua. Hal ini dilakukan karena mereka tidak menemukan kenyaman, perhatian, kasih sayang, dan cinta dilingkungan terdekat mereka yaitu keluarga. 

Lalu pertanyaannya, jika hanya kekerasan, celaan, hinaan, perkelahian, permusuhan serta kemarahan yang terbentuk dikeluarga dan hal itu terus menerus mereka dapati dan rasakan, lalu bagaimana anak belajar tentang hidup? Bisa jadi anak akan belajar bagaimana ia memaki, tidak percaya diri, menyesali diri, atau bahkan yang lebih parah dia akan bersikap rendah diri dihadapan orang lain. Mungkin pertanyaan selanjutnya, lalu bagaimana anak terbentuk dikeluarga? Mungkin praktek tak semudah teori, tapi apa salahnya jika kita berusaha untuk mencoba. Ya, salah satu kuncinya mungkin dengan cinta dan kasih sayang sepenuh jiwa. Cinta adalah bahasa kalbu yang paling baik dengan cinta kita bisa bicara. Anak yang keras ketika dididik dengan kelembutan dan cinta maka secara perlahan ia akan luluh dan tunduk, karena cinta bisa menakulukan kekerasan dan menundukan amarah. Berbahagialah bagi orangtua yang sudah menghadirkan dan mendidik anak dengan cinta ditengah-tengah keluarganya karena hal ini dapat mengikat memori anak terhadap cinta dan kasih sayang yang orangtua berikan untuk dirinya, bukan untuk sementara waktu tapi bahkan sampai selamanya. Ketika anak sudah terisi dengan cinta dikeluarganya maka ia tidak akan bersusah payah mencari-mencarinya diluar, justru mungkin ia akan membagi cintanya ke sesama.

Mudah-mudahan cara sederhana ini akan melahirkan bahagia dikeluarga. Ayo sama-sama kita belajar mendidik dan membangun karakter anak dengan cinta dan kelembutan, sehingga apa yang kita sampaikan dapat diterima dengan kesenangan hati mereka. Tidak ada pendidikan khusus untuk menjadi orangtua yang sempurna, karena semua orangtua adalah sempurna.

“Orangtua adalah sosok yang tidak pernah pamrih atas apa yang ia berikan dalam membesarkan anak-anaknya. Orangtua juga tidak pernah menyimpan dendam atas sikap-sikap anaknya yang menyayat hatinya. Sebaliknya, untaian doa  justru tidak putus-putusnya ia panjatkan dan samudera maaf selalu ia berikan untuk keselamatan.”


Bumi Allah,
Liawati Anakumi

Merah Putih, My Best

Tak terasa rintik kecil dari kelopak mata mengalir hebat, ada haru yang saya rasa.. hhmmm

Beberapa bulan belakangan ini, rasanya saya udah agak jarang update di socmed [socialmedia], sekitar tanggal 29 November 2012 ada notification facebook di handphone saya ternyata eh ternyata ada tag-an foto dari seorang teman saya. Iseng-iseng saya buka karena penasaran, hhmmm ternyata gambarnya mengejutkan dan membuat saya terharu.. hehehe *L3b4y ^^

Mungkin bagi sebagian orang gambar ini biasa tapi bagi saya gambar ini luar biasa, kenapa demikian? yaa karena punya makna tersendiri tentang ikatan hati yang bernama ukhuwah. Penasaran sama gambarnya? hehe coba saya kasih liat yaaaa, 1 2 3 4 5 .............................
PritaLiaMerahPutih
Nah ini dia fotonya hehe, lucukan? siapa sangka coba, tanpa sadar profil picture kita berdua sama *_*
dan ini yang menyadarkan bukan kita berdua tapi dari orang lain, manteeeppp. Dan yang lebih lucunya lagi, jilbab kita Merah Putih. Seperti halnya bendera Indonesia, Merah Putih tidak bisa dipisahkan. Ketika merah dan putih dipisahkan maka tidak akan jadi bendera indonesia. Mungkin Jika Merah [Prita] dipisahkan dari Putih [Lia] maka tidak akan jadi ukhuwah. hehehe

Enywey, saya belum mengenalkan sahabat saya yang satu ini ya, namanya Prita Nurul Huda, dia seorang pembelajar kehidupan, sampai-sampai saya ingat betul nama accountnya Prita LifeLongLearner. Dia punya karakter yang unik dan keren, punya tingkat survive yang tinggi dan yang paling penting dia sholehah bangeeetttttt. Profesi kita sama-sama menjadi guru, hobby kita sama-sama nulis, blogging, baca, dan travelling. Minat kita sama-sama di dunia pendidikan, kepenulisan, dan fotografi hahhaha mungkin saya adalah teman yang sok tau tapi mudah-mudahan apa yang saya tulis memang benar itu tentang dia karena itu yang saya rasa.. Tulisannya keren-keren dan membuat haru, coba blog walking di Prita Lifelong Learner  .

Semoga Allah menghimpun kami sampai ke syurgaNya, karena ikatan ini.
Hanya lantunan doa yang terucap karena kerinduan ini.
Goodluck for my Best, Prita.
Thankiu for editing foto, Deni.

Bumi Allah,
Liawati Anakumi

My Self

"Rencana Allah jauh lebih indah dari rencana kita dan semua akan indah pada waktuNya"

Kalimat ini yang selalu mengiang-ngiang di memori otak saya hingga saat ini, seakan-akan memberi energi positif terhadap apa-apa yang saya harapkan dan pikirkan ^^

23 tahun bukan perjalanan yang singkat namun perjalanan yang amat panjang, tentu onak dan duri melintang didepan mata, ya itu hal yang pasti!! Perjalanan hidup ini tentu atas izin dan skenarioNya. Lalu selain Dia, siapa lagi yang memberi keberkahan usia pada saya? Tidak ada!! Mutlak semua karenaNya.

Enywey, berbicara masalah perjalanan hidup saya punya sedikit cerita. Ini mutlak tentang hidup saya, bukan tentang orang lain hehehe -,- cekidottt disimak *sediain kopi dan kacang biar bacanya ga bosen bin ngantuk Zzzz*

Sejak duduk dibangku SMA, saya sudah merangkai impian ingin menjadi pegawai bank atau bekerja dibidang ekonomi, makanya dulu ketika SMA saya pilih jurusan IPS *mantaaap* berharap impian saya bisa terwujud, aamiin ^^

Tahun demi tahun saya lewati dengan suka cita dan tanpa beban sedikitpun. Karena ini pilihan saya, maka saya harus menikmati dan mensyukurinya ^^. Menjelang akhir kelas XII, perlahan-lahan saya mulai bergerak untuk mewujudkan impian saya itu, maka dengan kunci nekad bin Pede entah kenapa saya yakin bisa mewujudkannya!! Hehehe

Singkat cerita, saya ikut SPMB (SNMPTN tertulis_now) dan saat itu saya tetap memprioritaskan impian saya itu berharap bisa terwujud. Saat diminta mengisi kolom pilihan jurusan kuliah, saya menuliskan dua pilihan yaitu Perbankan syariah dan Bimbingan Konseling. Namun, saat itu posisinya dibalik untuk Bimbingan Konseling menjadi pilihan pertama dan Perbankan syariah menjadi pilihan kedua. Memang jika dilihat passing grade BK lebih tinggi dibanding PS makanya saya pilih urutan tersebut dengan harapan saya bisa lolos dipilihan kedua --> Perbankan Syariah ^^.

Berbulan-bulan saya menunggu pengumuman dan akhirnya tiba dipenghujung penantian. Saya bergegas melihat daftar nama siswa yang lolos PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dikoran *lupa koran apa hehe* dan ternyata nama saya masuk dalam seleksi SPMB, saat itu wajah saya sangat flat dan tanpa ekspresi padahal seharusnya senang ya. Mengapa demikian? *Hayooo angkat tangan yang bisa jawab hehehe* jawabannya karena saya diterima dipilihan pertama yaitu BK, huaahhh bingung harus ngapain karena sebenernya BK bukan pilihan saya -,-

Tak puas dengan hasil SPMB maka saya coba-coba ikut seleksi ujian yang lainnya dengan pilihan jurusan management, perbankan, dan ekonomi. Masih sangat berharap impian saya bisa terwujud, hhmm. Ternyata benar, saya diterima dijurusan Management disalah satu Universitas Negeri. Saat itu ada perasaan senang campur bimbang alias galau -,- entah kenapa meskipun saya tak suka dengan BK namun saya tetap menjalankan segala administrasi dan penugasan OSPEK, aneeehhh bin ajaipp -,- hal ini yang membuat saya masih terus bertahan di BK dan meninggalkan Management (padahal management adalah pilihan jurusan yang saya nanti-nanti kehadirannya ^^).

Saya juga heran kenapa bisa begini -,- tanyakan kenapa??!! Dan endingnya pilihan yang saya pilih adalah Bimbingan Konseling *belok dari impian* -.- *nangis guling-guling*
------------

Bloggers tau??!! ternyata benar adanya bahwa tanpa kita sadari "Rencana Allah jauh lebih indah". Mungkin jika dipikir-pikir seharusnya saya bisa mencapai impian saya tapi entah mengapa saya berbelok arah ke tempat yang belum pernah saya rencanakan sebelumnya dan ternyata ini semua karena campur tangan Allah. Allah lah yang menyusun skenario dan rencana hidup saya. Memang belum tentu rencana kita baik untuk diri kita tapi rencana Allah sudah pasti baik untuk diri kita!! Ini sudah terbukti!! Saya bisa merasakan itu. Dulu mungkin saya menyesal plus mengeluh atas pilihan yang saya ambil tapi tenyata sekarang saya sangat amat bersyukur bisa terjerumus didunia Bimbingan dan Konseling, Amaziiinngggg!!!

Faktanya adalah
1. Di BK saya bisa mengenal karakter dan kepribadian saya sendiri, seolah-olah saya kuliah kepribadian hehe

2. Bekerja yang berhubungan dengan manusia adalah suatu hal yang mengasyikan. Setiap manusia itu unik, disini saya belajar bagaimana memahami perbedaan dan mencoba saling mengerti.

3. Menjadi pendengar aktif adalah sesuatu yang amazing. Dengan menjadi pendengar maka saya belajar banyak dari kehidupan mereka.

4. Bisa belajar dari pengalaman dan kehidupan orang lain karena setiap masalah yang mereka ceritakan, secara alamiah membuat saya belajar dan bersyukur.

*dan masih banyak fakta-fakta lainnya yang saya rasakan*

Saat ini saya bersyukur bisa menjadi seorang guru, ya saya harus belajar mendidik bukan sekedar mengajar. Saya belajar banyak dari kehidupan orang lain yang menceritakan masalahnya kepada saya dan saya sangat amat bersyukur bisa dipertemukan dengan mereka "anak didik". Tanpa cerita mereka mungkin saya tidak akan pernah tau dan tidak akan pernah belajar tentang arti kehidupan, mungkin saya tidak akan pernah belajar bagaimana rasanya terjatuh saat mengalami masalah berat.

Sekali lagi, Allah tau yang terbaik untuk hidup kita. Maka jalani dan syukuri apa yang telah Allah tetapkan untuk jalan hidup kita.

Sangat bersyukur bisa terjerumus didunia pendidikan. Terima Kasih Allah, atas kesempatan ini.

Bumi Allah,
Liawati Anakumi

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

menurut anda apakah blog ini bermanfaat?

Blog Writing Competition 2015

Blog Writing Competition 2015

Blog Writing Competition 2015
Kompetisi Blog Summarecon

Pojok Pulsa

Lomba Blog Pojok Pulsa 2015

Smartfren 4G LTE Advanced

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Search

"Liawati Anakumi"

Foto saya
Depok, Jawa Barat, Indonesia
seorang anak yang dibesarkan oleh orangtua yang luar biasa, memiliki cita-cita menjadi sholehah, berusaha menjadi diriku dengan segala kekuranganku dan menjadi diriku dengan segala kelebihanku, pembelajar yang terus mau belajar.. sanguinis dan plegmatis personal.. bagiku sastra adalah bagian dari kehidupan, dengan satu aksara aku bisa menjadi lebih memaknai dunia.. Teacher senior high

My Life

Bukan manusia yang sempurna, tapi berusaha menjadi yang terbaik diantara yang terbaik..

Sangat ingin menggeluti profesi dibidang pendidikan menjadi seorang guru dan konselor yang bermanfaat untuk orang lain dan menjadi pendengar yang baik..

Sangat ingin menggeluti profesi dibidang sastra menulis dan membaca, karena dengan menulis dan membaca dapat merubah dan menaklukan dunia dan isinya..

Memiliki impian yang mustahil terwujud menjadi seorang wartawan (hihiii)..


Special Word

"Ketika Cinta belum dipertemukan biarkanlah cinta berekspresi menjadi sebuah keshalehan"

"maka Nikmat Tuhan yang manakah yang dapat aku dustakan?"

"semua akan indah pada waktuNya"

ya Muhaimin

AL Masyuq


liawatianakumi. Diberdayakan oleh Blogger.