Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu

Atas wujud lain sebuah keindahan, muncul dengan nama Kebahagiaan..

Cara Sederhana namun Melahirkan Bahagia


Anak adalah karunia terbesar yang Allah berikan kepada setiap manusia yang sudah berumah tangga, karena kehadiran anak menjadi pelengkap hidup, penerus keturunan, penentram jiwa, dan pencipta bahagia. Jika kita ingin melakukan sesuatu tentu semua harus ada persiapan dan perencanaan begitupun halnya dalam mendidik anak. Alangkah indahnya jika persiapan menjadi modal utama dalam mendidik karena sesuatu yang dijalankan tanpa persiapan maka hasilnya akan nihil atau tidak sesuai harapan. Kesiapan dari berbagai sisi juga perlu diperhatikan misalnya dalam hal materi, fisik, mental, dan spiritual.

Keluarga merupakan sumber inspirasi pertama yang akan membentuk kepribadian anak. Dikeluarga anak belajar bagaimana berkomunikasi, dikeluarga anak belajar tentang nilai-nilai agama, dikeluarga anak belajar bagaiamana bersosialisasi, dikeluarga anak belajar bagaiamana cara menghormati dan menghargai, dikeluarga anak belajar memahami, dikeluarga anak belajar berbagi, dan mungkin masih banyak hal lain yang dapat anak pelajari didalam keluarganya. Namun, kenyataannya fenomena yang terjadi saat ini anak tidak mendapatkan sepenuhnya pembelajaran itu dirumah. Jangan salahkan anak jika suatu hari nanti ketika mereka mulai menjajaki masa remajanya, mereka akan mencari sesuatu yang lebih nyaman diluar, jangan salahkan anak jika mereka mencari perhatian diluar, dan jangan salahkan anak jika kepribadian dan perilaku mereka terbentuk tidak sesuai dengan harapan orangtua. Produk anak merupakan produk yang dibentuk oleh orangtua, meskipun lingkungan mempengaruhi tapi kekuatan terbesar yang membentuk kepribadian anak ada pada orangtua. Hal ini dilakukan karena mereka tidak menemukan kenyaman, perhatian, kasih sayang, dan cinta dilingkungan terdekat mereka yaitu keluarga. 

Lalu pertanyaannya, jika hanya kekerasan, celaan, hinaan, perkelahian, permusuhan serta kemarahan yang terbentuk dikeluarga dan hal itu terus menerus mereka dapati dan rasakan, lalu bagaimana anak belajar tentang hidup? Bisa jadi anak akan belajar bagaimana ia memaki, tidak percaya diri, menyesali diri, atau bahkan yang lebih parah dia akan bersikap rendah diri dihadapan orang lain. Mungkin pertanyaan selanjutnya, lalu bagaimana anak terbentuk dikeluarga? Mungkin praktek tak semudah teori, tapi apa salahnya jika kita berusaha untuk mencoba. Ya, salah satu kuncinya mungkin dengan cinta dan kasih sayang sepenuh jiwa. Cinta adalah bahasa kalbu yang paling baik dengan cinta kita bisa bicara. Anak yang keras ketika dididik dengan kelembutan dan cinta maka secara perlahan ia akan luluh dan tunduk, karena cinta bisa menakulukan kekerasan dan menundukan amarah. Berbahagialah bagi orangtua yang sudah menghadirkan dan mendidik anak dengan cinta ditengah-tengah keluarganya karena hal ini dapat mengikat memori anak terhadap cinta dan kasih sayang yang orangtua berikan untuk dirinya, bukan untuk sementara waktu tapi bahkan sampai selamanya. Ketika anak sudah terisi dengan cinta dikeluarganya maka ia tidak akan bersusah payah mencari-mencarinya diluar, justru mungkin ia akan membagi cintanya ke sesama.

Mudah-mudahan cara sederhana ini akan melahirkan bahagia dikeluarga. Ayo sama-sama kita belajar mendidik dan membangun karakter anak dengan cinta dan kelembutan, sehingga apa yang kita sampaikan dapat diterima dengan kesenangan hati mereka. Tidak ada pendidikan khusus untuk menjadi orangtua yang sempurna, karena semua orangtua adalah sempurna.

“Orangtua adalah sosok yang tidak pernah pamrih atas apa yang ia berikan dalam membesarkan anak-anaknya. Orangtua juga tidak pernah menyimpan dendam atas sikap-sikap anaknya yang menyayat hatinya. Sebaliknya, untaian doa  justru tidak putus-putusnya ia panjatkan dan samudera maaf selalu ia berikan untuk keselamatan.”


Bumi Allah,
Liawati Anakumi

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih sudah mau mampir di Blog ALmasyuq, untuk menjalin silaturahim dan saling kunjung silahkan tinggalkan jejak blogger di komentar ini.. thankiu. Selamat Berkarya Blogger Indonesia!!

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

menurut anda apakah blog ini bermanfaat?

Blog Writing Competition 2015

Blog Writing Competition 2015

Blog Writing Competition 2015
Kompetisi Blog Summarecon

Pojok Pulsa

Lomba Blog Pojok Pulsa 2015

Smartfren 4G LTE Advanced

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Search

"Liawati Anakumi"

Foto saya
Depok, Jawa Barat, Indonesia
seorang anak yang dibesarkan oleh orangtua yang luar biasa, memiliki cita-cita menjadi sholehah, berusaha menjadi diriku dengan segala kekuranganku dan menjadi diriku dengan segala kelebihanku, pembelajar yang terus mau belajar.. sanguinis dan plegmatis personal.. bagiku sastra adalah bagian dari kehidupan, dengan satu aksara aku bisa menjadi lebih memaknai dunia.. Teacher senior high

My Life

Bukan manusia yang sempurna, tapi berusaha menjadi yang terbaik diantara yang terbaik..

Sangat ingin menggeluti profesi dibidang pendidikan menjadi seorang guru dan konselor yang bermanfaat untuk orang lain dan menjadi pendengar yang baik..

Sangat ingin menggeluti profesi dibidang sastra menulis dan membaca, karena dengan menulis dan membaca dapat merubah dan menaklukan dunia dan isinya..

Memiliki impian yang mustahil terwujud menjadi seorang wartawan (hihiii)..


Special Word

"Ketika Cinta belum dipertemukan biarkanlah cinta berekspresi menjadi sebuah keshalehan"

"maka Nikmat Tuhan yang manakah yang dapat aku dustakan?"

"semua akan indah pada waktuNya"

ya Muhaimin

AL Masyuq


liawatianakumi. Diberdayakan oleh Blogger.