Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu

Atas wujud lain sebuah keindahan, muncul dengan nama Kebahagiaan..

Generasi Penerus Bergerak bukan Diam untuk Hukum dan HAM Indonesia..

Bicara tentang hukum di Indonesia memang sudah sedikit lebih baik jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, namun ada beberapa hal yang perlu disoroti terkait dengan hukum dan HAM yang ada di Indonesia.
Hukum dan HAM seakan tidak akan pernah ada habisnya seperti menggali tanah di permukaan atau bahkan seperti induk ayam yang selalu meneteskan telurnya yang tidak akan pernah berhenti. Kasus demi kasus selalu muncul kepermukaan, kasus A belum selesai kemudian muncul kasus B, kasus B belum selesai kemudian muncul kasus C, dan begitupun seterusnya bahkan hingga kasus Z. Rasanya rakyat sudah mulai gerah melihat tingkah para tersangka hukum (baca : pemerintahan) yang semakin hari ada saja kasus yang dibuat. penegakan hukum saat ini kelihatannya masih pilih-pilih (baca : pilih kasih), kita lihat sekarang para pejabat yang melakukan pelanggaran hukum yang berat tapi mereka tidak mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang mereka perbuat, bahkan perbuatannya dapat membunuh banyak orang secara tidak sadar, bagaimana tidak membunuh rakyat secara perlahan, uang yang ada di rampas secara besar-besaran (baca : korupsi) padahal uang tersebut bisa digunakan untuk pembangunan sekolah atau bahkan pendirian balai latihan kerja untuk fakir  miskin dan orang terlantar, tapi apa hukuman yang mereka terima? Fasilitas ruangan yang mewah seperti dirumahnya atau bahkan seperti hotel semua serba ada. Belum lagi waktu masa tahanan para pejabat yang lebih ringan dibanding dengan si pencuri ayam yang mungkin bisa di hukum bertahun-tahun. Pantas saja jika pada akhirnya banyak pihak yang tidak jera dengan hal ini bahkan mereka tidak takut dengan hukum. Secara tidak sadar ini juga melanggar hak asasi manusia sebagai warga negara indonesia. Banyak rakyat yang terenggut haknya, uang pajak yang dibayarkan digunakan untuk fasilitas negara, memberi mobil-mobil mewah atau bahkan sampai dibuat foya-foya.
Akhir-akhir ini saya sedang memperhatikan kasus X yang sedang di sorot media, yang sampai saat ini masih sedang atau dalam proses penyelidikan. Menurut saya kasus ini terbilang besar dan merugikan banyak pihak, ya jelas saja kasus yang memakan harta yang bukan miliknya atau bisa disebut juga dengan penipuan. Saya tidak habis fikir ketika tersangka dikabarkan sakit kemudian respon dari pihak penyelidik adalah akan membiayai semua pengobatan yang jika dinominalkan biaya itu tidak sedikit, bisa dirata-ratakan sampai RP. 50.000.000,- bukan angka yang kecil bukan? Memang saya bukan orang yang ahli dibidang hukum bahkan sayapun tidak tau prosedur disana seperti apa, tapi mereka bilang ini adalah bagian dari penyelidikan? Dengan nominal RP. 50.000.000,- sama saja seperti membiayai pengobatan orang yang mampu (tersangka ini orang kaya loh). Padahal jika difikir-fikir lagi uang RP. 50.000.000,- bisa digunakan untuk kepentingan yang lebih berguna dan mendesak lainnya. Jika memang peraturan di sana seperti itu, sepertinya ketika ada orang yang tidak mampu dan sedang terserang penyakit hebat butuh pengobatan yang instan dengan biaya yang instan, dia lebih baik melakukan tindakan kriminal (mencuri ayam) agar mendapat hukuman dan dipenjara hingga pada akhirnya biaya pengobatannya dapat ditanggung oleh pihak penyelidik atau kepolisian.
Hari ini penegakan hukum dan HAM di Indonesia masih belum adil, bagaimana jika ini terus berlanjut hingga generasi kedepan? Na’uzubillah jangan sampai ini terjadi.
Setiap amanah yang kita pegang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak, semoga pemerintahan di Indonesia semakin hari semakin baik dan cerah hingga dapat menjadi inspirasi dan pegangan bagi kami kaum muda, hingga suatu hari nanti kami dapat memperbaiki negara kami agar bisa lebih baik lagi. Bukankah hari esok harus lebih baik dari hari sekarang bukan?
Satu dasar prinsip yang pada dasarnya harus dimiliki oleh para pemimpin adalah berpegang kuat pada agama dan takut kepada Sang Pencipta. Ketika prinsip itu sudah melekat kuat dalam diri kita, maka akan ada penjaga yang lebih kuat dari sekedar teman (baca : Allah). Selain itu akhlak dan moralpun menjadi salah satu prinsip yang penting pula dimiliki oleh setiap orang karena para pemimpin adalah figur atau panutan bagi rakyat, ketika akhlak dan moral sudah baik maka kami sebagai rakyatpun akan senantiasa mengikuti gerak para pemimpin kami. Rasulullah sukses menjadi pemimpin umat saat itu salah satunya karena memiliki akhlak mulia bukan? Dan yang terakhir dan paling penting adalah mencari kebenaran bukan pembenaran sehingga negara ini bisa menegakan hukum yang adil.
 Sekarang kita memang tidak boleh megandalkan satu pihak saja, dan jangan sampai hidup kitapun dipenuhi dengan mengkritisi orang lain, kita pun sebagai generasi muda harus bisa ikut serta berperan dalam pembangunan negara untuk lebih baik lagi. Yang paling penting adalah perbaiki diri, keluarga, masyarakat, kemudian kita bisa memperbaiki negara. Mari generasi muda kita maju melangkah kedepan, rapatkan barisan, menuju indonesia yang adil dan sejahtera. generasi muda bergerak bukan diam..

2 komentar:

uii profile 7 Agustus 2012 21.33  

saya mahasiswa dari Universitas Islam Indonesia
Artikel yang sangat menarik ..
terimakasih ya infonya :)

Liawati Anakumi 13 Agustus 2012 23.29  

Terima kasih sudah berkunjung :)

Posting Komentar

Terima Kasih sudah mau mampir di Blog ALmasyuq, untuk menjalin silaturahim dan saling kunjung silahkan tinggalkan jejak blogger di komentar ini.. thankiu. Selamat Berkarya Blogger Indonesia!!

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

menurut anda apakah blog ini bermanfaat?

Blog Writing Competition 2015

Blog Writing Competition 2015

Blog Writing Competition 2015
Kompetisi Blog Summarecon

Pojok Pulsa

Lomba Blog Pojok Pulsa 2015

Smartfren 4G LTE Advanced

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Search

"Liawati Anakumi"

Foto saya
Depok, Jawa Barat, Indonesia
seorang anak yang dibesarkan oleh orangtua yang luar biasa, memiliki cita-cita menjadi sholehah, berusaha menjadi diriku dengan segala kekuranganku dan menjadi diriku dengan segala kelebihanku, pembelajar yang terus mau belajar.. sanguinis dan plegmatis personal.. bagiku sastra adalah bagian dari kehidupan, dengan satu aksara aku bisa menjadi lebih memaknai dunia.. Teacher senior high

My Life

Bukan manusia yang sempurna, tapi berusaha menjadi yang terbaik diantara yang terbaik..

Sangat ingin menggeluti profesi dibidang pendidikan menjadi seorang guru dan konselor yang bermanfaat untuk orang lain dan menjadi pendengar yang baik..

Sangat ingin menggeluti profesi dibidang sastra menulis dan membaca, karena dengan menulis dan membaca dapat merubah dan menaklukan dunia dan isinya..

Memiliki impian yang mustahil terwujud menjadi seorang wartawan (hihiii)..


Special Word

"Ketika Cinta belum dipertemukan biarkanlah cinta berekspresi menjadi sebuah keshalehan"

"maka Nikmat Tuhan yang manakah yang dapat aku dustakan?"

"semua akan indah pada waktuNya"

ya Muhaimin

AL Masyuq


liawatianakumi. Diberdayakan oleh Blogger.